Penenggelaman KIA di Natuna dilaksanakan Lanal Ranai

0
937

Independennews.com, Natuna — Lanal Ranai melaksanakan perintah penengelaman Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam pelaku tindak pidana Ilegal Fishing di perairan ZEE Indonesia hasil operasi Unsur-unsur KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) dan TNI Angkatan Laut.

Pelaksanaan penenggelaman tersebut dilaksanakan secara serentak dengan kendali Komando langsung dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti selaku Dansatgas 115 yang berada di Bitung.

Pelaksanaan penenggelaman KIA Vietnam yang dilaksanakan oleh Lanal Ranai pada tanggal 20 Agustus 2018 dengan rincian kegiatan sebagai berikut : Pada pukul 06.00 Wib, bertempat di kantor Kajari Natuna telah dilaksanakan upacara penandatanganan Berita Acara serah terima barang bukti KIA Vietnam yang berkekuatan hukum tetap dari Kajari Natuna Bpk. Juli Isnur S.H., M.H kepada Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan S.E, KIA Vietnam tersebut akan di tenggelamkan secara serentak di 11 titik yang tersebar dibawah komando langsung Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pejabat yang hadir pada upacara serah terima ialah Zulfikar Dirjen tangkap Psdkp, Sandi SH MH Jaksa Utama Muda Kajagung, Waluyo Sesdit PSDKP, Bpk. Juli Isnur Kajari Natuna, sementara Personel yang terlibat dalam acara penandatanganan Berita Acara tetsebut terdiri dari perwakilan dari Kejari, perwakilan Lanal Ranai, Satwas Psdkp Tg Kumbik, Bakamla dan Dinas perikanan Kabupaten.

Kajari Natuna dalam sambutannya mengatakan, Kejaksaan RI mempunyai tugas dan wewenang sebagai eksekutor dalam pelaksanaan kegiatan pemusnahan dan penenggelaman barang bukti kapal penangkapan ikan secara illegal/Illegal Fishing yaitu pasal 270 KUHAP, Pasal 30 ayat 1 UU no 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan dan Perpres nomor 115 tentang Satuan Tugas Penangkapan Ikan secara Illegal/Illegal Fishing melaporkan kegiatan penenggelaman kapal pelaku tindak pidana Illegal Fishing hasil operasi dan tangkapan penyidikan TNI AL, Polair, PSDKP di wilayah perairan ZEEI periode tahun anggaran 2018.

Adapun jenis kapal ikan pelaku tindak pidana perikanan Illegal Fishing tersebut terbuat dari kayu, besi dan fiber, dengan berbagai ukuran yang saat ini terkumpul di 11 pelabuhan masing masing daerah dimana penenggelaman kapal akan dilaksanakan secara serentak.

Kajari Natuna mewakili Jaksa Eksekolutor memberikan surat perintah putusan pengadilan B 48 terhadap barang bukti kapal yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap sejumlah kapal untuk wilayah Kejari Natuna.

Sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan penenggelaman kapal Ikan pelaku tindak pidana perikanan illegal fishing adalah jajaran unsur TNI AL, dengan status barang bukti kapal ikan pelaku tindak pidana perikanan Illegal Fishing yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap/inkrah dengan amar putusan barang bukti serta penetapan pengadilan.

Kapal ikan pelaku tindak pidana Illegal Fishing dirampas untuk dimusnahkan dan selanjutnya barbuk kapal ikan pelaku tindak pidana perikanan Illegal Fishing dalam pelaksanaan penemggelaman kepada TNI AL untuk di tenggelamkan.

Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. menyampaikan kepada para peserta Acara yang hadir pada acara serah terima Barbuk KIA Vietnam yang berkekuatan hukum untuk di musnahkan dari Kajari kepada Danlanal Ranai.

Kegiatan pemusnahan yg dilakukan dengan cara di tenggelamkan ini akan dilakukan secara serentak di 11 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Danlanal Ranai dalam hal ini mendapat tugas dari Satgas 115 dan dari Kasal untuk melakukan penenggelaman kapal yang telah diserahkan dari Kajari Natuna dan harapan Danlanal Ranai semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan aman, lancar dan sesuai dengan yang di harapkan.

Dirjen tangkap PSDKP Zulfikar dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa Proses yang sudah dilakukan secara hukum terkait pelaku tindak pidana perikanan Illegal Fishing yang selanjutnya akan dilakukan penenggelaman secara serentak di 11 lokasi di wilayah Indonesia yang dilaksanakan pada hari Senin tgl 20 Agustus 2018 pukul 09.00 Wib, ucapan terima kasih banyak dari Dansatgas 115 yang diwakili oleh Dirjen Tangkap PSDKP kepada seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan, apresiasi bantuan sehingga proses ini berjalan dengan baik segala penghargaan juga kami berikan kepada seluruh pihak termasuk dari Kejaksanan Negeri, Kajagung, Lanal Ranai, PSDKP dan seluruh jajaran yang terlibat sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik.

Selanjutnya pda pukul 06.45 Wib, Danalanal Ranai beserta rombongan menuju Faslabuh Selat Lampa untuk selanjutnya melaksanakan kegiatan penenggelaman serentak dengan komando langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti.

Pada pukul 09.00 Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan S.E bersama Bp Zulfikar Dirjen Tangkap PSDKP, Sandi dari Kejagung, Kajari Juli Isnur S.H., M.H, Kepala Pengadilan Negeri kelas II Bp Kusman, Kakanim Kelas II Bp. Napis, Ketua DPRD Yusripandi, Danlanud Kolonel Pnb Prasetiya Halim, Wakapolres Kompol Renan, Kadisops Kapten Ilham, Wadanyon Komposit Kapten Inf Alse, Ka Syahbandar Liber, Dinas perikanan Solikin, HNSI Zaenudin, Camat Pulau tiga, Kadishub Bp Iskandar, Kasat Polair Iptu Zulkarnain dengan menggunakan Searider 01, 02 dan Kp Napoleon PSDKP Tg. Kumbik menuju lokasi penenggelaman di perairan Sabang Mawang Pulau Tiga.

Selanjutnya , Danlanal Ranai memberikanb laporan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pujiastuti selaku Dansatgas 115 dan pimpinan penenggelaman serentak di 11 titik lokasi, setelah mendapat jawaban dan perintah dari Dansatgas 115 untuk ditenggelamkan kemudian proses penenggelaman secara simbolis 1 buah KIA Vietnam BV 0627 TS di lokasi penenggelaman perairan Sabang Mawang dengan disaksikan Dirjen Tangkap Psdkp, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, Sesdit Psdkp. (Firmandani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here