Penahanan  Mantan Presiden Afrika Selatan Picu Kerusuhan, 212 Meninggal Secara Brutal

0
111
Foto : Ilustrasi

Independennews.com, Durban – Penahanan yang dilakukan terhadap mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma memicu kerusuhan dan penjarahan tak terkendali yang memakan korban sebanyak 212 orang meninggal secara brutal.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Menteri Kepresidenan Afrika Selatan, Khumbudzo Ntshavheni dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi pada, Jumat (16/7/21) malam.

“Negara telah mencatat 212 kematian sejak kekerasan meletus,” kata Ntshavheni.

Sebelumnya pada Kamis (15/7/21), Ntshavheni melaporkan sebanyak 117 kematian di dua provinsi yang terkena dampak kerusuhan terparah, yakni Gauteng dan Kwa-Zulu Natal.

Ntshavheni mengatakan, pihak berwenang yang ada di wilayah tersebut telah melaporkan sebanyak 1.488 insiden kerusuhan, kekerasan dan penjarahan dalam 24 jam terakhir.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah berhasil menemukan 4.000 butir amunisi pada 2 orang petugas kepolisian yang berhasil ditangkap saat ditemukan membawa barang-barang jarahan.

Untuk mencegah kekerasan berlanjut, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa telah mengerahkan 25.000 tentara dan tersebar di seluruh negeri. Dirinya bersumpah akan menghentikan kekacauan tersebut.

Kerusuhan tersebut juga terjadi akibat kondisi ekonomi rakyat yang mengerikan, ditambah lagi dampak pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup mereka.

Sumber: Sindonews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here