Pemkab Lingga Anggarkan Rp 100 juta Bagi 11 Desa Persiapan

0
179

LINGGA, Wakil Bupati Lingga M. Nizar dengan tegas meminta kepada Kepala Desa baru atau Pjs Desa persiapan Kebun Nyiur agar terus berkoordinasi dengan Kepala Desa Induk, pihak Kecamatan maupun Pemerintah daerah.

Demikian disampaikan M Nizar sambutannya dalam acara Syukuran desa persiapan Kebun Nyiur yang merupakan pemekaran dari Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, pada Selasa (25/8/2020)

Dia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2021 mendatang, Anggaran Dana Desa (ADD) berkurang, rata-rata masing masing Desa dikurangi sekitar 60 hingga 80 juta rupiah, hal tersebut dilakukan karena Dana Alokasi Umum (DAU) harus dialokasikan Pemerintah Pusat kepada setiap Daerah terpotong, dengan sendirinya otomatis ADD ikut terimbas.

BACA JUGA :

“Perintah daerah sadar dengan kondisi Pandemi pada saat ini, yang sangat terasa mengencangkan ikat pinggang, dengan kondisi ini, kita juga tidak boleh tinggal diam dan pasrah, Pemerintah daerah berupaya membantu 11 desa persiapan yang tersebar diwilayah Kabupaten Lingga dengan menganggarkannya sebesar 100 juta rupiah perdesa yang dititipkan kepada desa induk agar nantinya desa induk tidak terbebani,” ujar Nizar

Anggaran 100 juta, Lanjut Nizar, tidak lain hanya untuk penyemangat Desa persiapan, kalau memungkinkan, kita tambah lagi sesuai dengan kemampuan daerah.

” Dari 11 desa persiapan setelah penilaian enam bulan pertama oleh tim, dan hasilnya efektif diminta kepada Kabag Pemerintahan Setda Lingga untuk segera diusulan menjadi desa difinitip, tidak harus menunggu 3 tahun, untuk menjadi Desa dipinitif,” Kata nizar.

BACA JUGA :

Masih ditempat yang sama Pjs desa persiapan Kebun Nyiur Jumaliawati mengatakan, Bahwa dirinya bukan siapa-siapa, “saya tidak dapat bekerja sendiri, untuk itu saya meminta dukungan semua pihak agar dapat bekerja dengan baik.

Sementara itu, Kepala desa Batu berdaun Zainal menyampaikan desa persiapan Kebun Nyiur merupakan pemekaran dari desa Batu Berdaun kecamatan Singkep, dan dapat menjadi desa definitif.

Sementara itu Kabag Pemerintahan Setda Lingga Gandimedianto menyampaikan  sesuai dengan visi misi bupati Lingga tujuan pemekaran desa maupun kecamatan dimaksudkan untuk memperpendek rentang kendali dalam pelayanan masyarakat.

Dari 21 kajian 11 desa persiapan yang dilakukan di bagian pemerintahan, secara hukum 11 desa ini tetap akan dinaikkan statusnya, melalui peraturan Bupati Lingga, dievaluasi perenam bulan oleh tim Kabupaten maupun provinsi.

“Secara hukum dan aturan yang berlaku Desa Kebun Nyiur sudah menjadi desa, dan sudah sesuai dengan aturan mengingat dari tata urutan pembentukan secara administrasi sudah putus. Segala sesuatunya yang atas pelaksanaan pemerintahan desa sepenuhnya tanggung jawab kepala desa persiapan, terkecuali dalam pelaksanaan pembangunan tetap mengacu pada desa induk, tutur Gandimedianto

Untuk itu, ia mengimbau agar kepala desa membuat laporan sebagai persiapan yang merupakan dasar penilaian tim per enam bulan selama tiga tahun menuju desa dipinitif, ” Silahkan membuat Bumdes, dan LPM” terang Gandimedianto. ( juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here