Pemberkatan Nikah di HKBP Tambunan yang Menjadi Viral di Media Sosial, Ini Penjelasan HKBP

0
2609

* Berdasarkan keterangan dan kesaksian pendeta HKBP Tambunan, Pdt Lintong sitorus Sth bahwa mekanisme pastoral sesuai dengan aturan yang ada di HKBP kepada kedua calon pengantin.

* Acara martumpol telah dilaksanakan di HKI Hutagurgur Borbor (gereja CALON PENGANTIN PEREMPUAN TERDAFTAR) pada tanggal 8 maret 2018. Warta jemaat (tingting) pertama pada tanggal 18 Maret 2018 yang menginformasikan acara pemberkatan nikah akan dilakukan di HKBP Tambunan, Balige.

* Pada hari Kamis (22 Maret 2018) ada telepon dari yang mengaku Marga turnip, daripekanbaru yang meminta membatalkan acara pemberkatan pernikahan tersebut. Pdt Lintong Sirorus kemudian mengundang mempelai laki-laki dan orang tuanya untuk memperjelas terkait telepon dari yang mengaku marga Turnip tersebut. Pihak laki-laki menyatakan dengan tegas bahwa hal itu tidaklah benar.

*  Pihak yang mengaku Marga Turnip berjanji melalui HP Guru Huria akan datang ke pihak Gereja dan berjanji ( Jumat, 23 Maret ) pikul 08.00 WIB sudah tiba di HKBP Tambunan kenyataannya, pihak yang mengaku marga Turnip tidak kunjung datang.

* Pdt Lintong Sitorus kemudian berinisiatif menghubungi langsung nomor HP yang menghubungi Guru Huria, Gr Herbin Sihombing sebelumnya dan ternyata posisi yang mengaku marga Turnip ini berada di Semarang, Jawa Tengah . Dengan tegas kembali, Pdt Lintong Sitorus meminta pihak yang keberatan untuk datang ke HKBP Tambunan untuk menyatakan keberatannya dan membatalkan acara pernikahan.”Apabila pihak Turnip datang pemberkatan nikah tidak akan berlangsung, dan apabila tidak datang dianggap tidak ada masalah.

* Pdt Lintong Sitorus pada Hari Jumat 23 Maret 2018 membawakan hal ini ke sermon Distrik XI Toba Hasundutan yang dipimpin oleh Preses. Keputusan Distrik Toba Hasundutan menyatakan bahwa acara pemberkatan pernikahan boleh dilayani, tapi apabila keluarga turnip datang / hadir menuntut dengan bukti bukti yang sah yang dapat membatalkan pemberkatan pernikahan, maka pemberkatan pernikahan itu diberhentikan .

*  Hari Sabtu pada pukul 08.30 WIB datang surat somasi dari pengacara pihak marga Turnip yang diantarkan oleh salah seorang jemaat HKBP tambunan, Bukan pengacara langsung yang menyampaikan . Sementara, pada saat itu juga datang rombongan pengantin laki laki ke rumah dinas pendeta untuk menjemput pengantin perempuan, sehingga Pdt Lintong Sitorus tidak sempat membaca isi surat tersebut.

* Acara pemberkatan pernikahan berlangsung pada hari sabtu (24 Maret 2018) pukul 09.45 dan bukan pukul 08.00 WIB di HKBP Tambunan , Balige. Acara berjalan berdasarkan Agenda HKBP dan Tidak ada penyingkatan acara dan di isi 5 koor. Pdt Lintong Sitorus menyatakan bahwa sampai hari H, dan setelah pemberkatan pernikahan selesai, barulah datang seorang ibu dan anaknya.

* Berdasarkan penjelasan penjelasan diatas Pdt Lintong Sitorus telah menjalankan aturan yang berlaku di HKBP dengan melakukan bimbingan pastoral pra nikah dan melakukan klarifikasi terhadap mempelai laki-laki dan pihak yang mengaku sebagai keluarga Turnip untuk datang. Rencana pernikahan telah diwartakan 2 minggu berturut turut sampai hari H pemberkatan tidak ada keberatan yang sah yang dapat membatalkan pemberkatan pernikahan.

* Kami menghimbau kepada bapak/ibu, saudara/i yang terkasih, baiklah kita menjaga diri dengan tidak membesar besarkan atau menjelek-jelekkan satu sama lain, baik secara langsung maupun di media sosial sehingga kita tidak melanggar UU ITE.

Biro Informasi HKBP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here