Pasang Spanduk Bernada “Rumah Ini Dijual” tanpa Izin, PNM ULAMM Abaikan Proses Peradilan

0
608

BATANG HARI, INDEPENDENNEWS.COM. — Enam orang tak dikenal mendatangi salah satu rumah di kawasan Rengas Condong. Tanpa izin kepada pemilik rumah, keenam oramg itu langsung memasang spanduk bertuliskan “rumah ini dijual. Hal itu membuat

Ssksi mata sekaligus pemilik rumah, Asmawi, Senin (25/2/20) kemaren kepada Media ini mengatakan, pelaku berjumlah enam orang datang menggunakan kenderaan minibus. Mereka berdiri di depan pagar rumah sambil memasang spanduk bertuliskan, “Tanah dan/bangunan ini DIJUAL. Selain itu ada juga tulisan bernada rumah itu aset PNM ULAMM.

“Orang-orang tersebut sama sekali tak beretika. Mereka langsung pasang spanduk tanpa ada ngomong apa pun kepada kami. Bahkan Ketuk pintu pun tidak,” ucapnya.

Kedatangan orang tak dikenal itu Kata Asmawi, dia tidak tahu kapan mereka datang. “Taunya setelah keluar rumah spanduk sudah terpasang, dan mereka langsung pergi, makanya saya langsung telepon Pak Wilson, Ketua LPKNI Muara Bulian, untuk memberi kuasa menyelesaikan kasus yang menimpa keluarga saya.”Ujar Asmawi

Menetahui kejadian yang menimpa Asmawi, Ketua LPKNI, Wilson Siddiq langsung menuju lokasi tempat kejadian (TKP).

Dilokasi, pria bersorban ini langsung memberikan pernyataan dan merobek spanduk yang menurutnya, sangat tidak pantas dilakukan oleh suatu lembaga resmi.

“Ini jelas tindakan melanggar hukum. Kalau benar mereka perwakilan dari ULAMM, mereka telah bertindak secara sengaja melecehkan proses hukum yang kini berlangsung di Pengadilan Negeri Muara Bulian. Artinya, mereka tidak menghormati lembaga peradilan di Indonesia ini,” tegas Wilson, didampingi Eso Pamenan, Sekjend LPKNI Batanghari.

Dari keterangan Wilson, kasus ini tercatat nomor perkaranya di PN Muara Bulian 1/Pdt.G/2020/PN Mbn, dan sudah menjalani tiga kali proses persidangan di PN Muara Bulian.

Diketahui, sengketa ini bermula dari keterlambatan konsumen ULAMM mengangsur tagihan pinjaman, yang mengagunkan rumah tersebut.

“Kasus yang kami tangani ini, bermula ketika pihak ULAMM tidak menanggapi permintaan konsumen untuk restrukturisasi pinjaman, dan kemudian menyerahkan persoalan ini kepada LPKNI untuk meminta keadilan melalui proses pengadilan,” ucap Wilson. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here