Partai Nasdem Bulatkan Tekat Dukung Ahok

0
409
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama saat menghadiri acara buka puasa bersama di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, 9 Juni 2016. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao

Jakarta – Partai Nasdem bulatkan tekat untuk mendukung calon incumbent Basuki Tjahya Purnama atau Ahok dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2017. Apalagi, saat ini Ahok sudah berani mengambil keputusan maju melalui jalur partai politik (Parpol).

“Partai Nasdem masih menjadi partai yang terdepan untuk mendukung Ahok. Sejak awal, Partai Nasdem yang paling solid untuk mendukung Ahok. Semua akan dikawal sampai Pilkada berlangsung,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Willy Aditya, Jumat (12/8) di Jakarta seperti dilansir beritasatu.

Menurutnya, masyarakat yang mendukung Ahok maupun calon incumbent sendiri jangan khawatir akan adanya wacana penarikan dukungan kepada calon yang sudah didukung.

Sesuai komitmen awal, Partai Nasdem juga meyakini dua partai lain (Golkar dan Hanura) yang sudah memutuskan untuk mendukung Ahok, akan melakukan langkah yang sama dengan Partai Nasdem.

Dijelaskan, saat ini Partai Nasdem juga sudah menyerahkan Surat Keputusan (SK) dukungan untuk Ahok untuk maju di dalam perhelatan Pilkada DKI jakarta 2017 mendatang.

Surat Keputusan itu juga yang nantinya akan digunakan untuk mendaftarkan diri melalui jalur parpol pada September 2017 mendatang. Langkah yang sama tentunya juga sudah dilakukan partai politik pendukung Ahok lainnya.

“Jadi, jangan sampai ada kekhawatiran adanya tarik menarik dukungan. Sebenarnya itu sudah teratasi dengan Surat Keputusan dan Partai Nasdem sudah menyerahkan Surat Keputusan tersebut kepada Ahok yang akan digunakan dalam pemdaftaran Pilkada September mendatang,” ucap Willy.

Dalam peraturan Pilkada saat ini, dikatakan Willy, keputusan dukungan kepada calon pemimpin daerah harus dikeluarkan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

Oleh sebab itu, jika seandainya ada pengurus di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tidak konsisten, keputusan yang dipegang tetap berada di DPP.

“Ahok sudah pegang SK yang dikeluarkan DPP. Sekarang putusan (dukungan) itu didaftarkan oleh DPP . Kalau DPD-nya ngawur-ngawur, tidak akan berpengaruh. Intinya, keputusan DPP tidak bisa disalahgunakan struktur di bawahnya,” ucap Willy (sumber:beritasatu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.