IndependenNews.com Aceh Tenggara | Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRA Nurdiansyah Alasta mendorong Pemerintah Aceh melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh untuk memberikan perhatian kepada petani budidaya ikan mas dan mujahir di Aceh Tenggara. Bentuk perhatian itu disampaikan menyusul merebaknya penyakit ikan yang membuat budidaya ikan Mas dan Mujahir mengalami gagal panen.
“Saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Tenggara segera memberikan perhatian serius untuk membantu para petani yang mengalami Gagal panen. Kematian mendadak budidaya ikan itu segara di cari tahu apa penyebabnya dan mencari solusi bagi masyarakat terdampak secara khusus petani budidaya ikan mas dan Ikan Mujahir,”ujar Nurdiansyah Alasta politisi Partai Golkar itu kepada Awak Media ini, Senin (14/11/22)
Dikatakan Nurdiansyah Alasta, kondisi tersebut diketahuinya Berdasarkan laporan masyarakat petani tambak ikan yang ada diwilayah Kabupaten Aceh Tenggara.
“Tidak tanggung-tanggung hampir 80 persen petani budidaya ikan mengalami gagal panen. Saya meminta untuk dicarikan apa Penyebab Petani Budidaya ikan Gagal panen, apabila karena serangan penyakit maka dinas terkit wajib mencari apa penyebab ikan mati mendadak, dan memberikan solusi bagi para petani budidaya.”katanya
Penyebab ikan mati mendadak, Sambung Nurdiansyah Alasta, sampai saat ini belum di ketahui jenis penyakit yang menyerang nya, namun yang jelas ikan banyak mati akibat pasca musibah banjir saat ini yang sedang melanda aceh tenggara.
“Karna itu Kami minta Pemerintah Aceh melalui Dinas Perikanan dan Kelautan untuk menangani hal ini,” tegasnya
Ia menambahkan, berdasarkan data yang diterima dari Petani ikan yang berada di wilayah kecamatan Lawe Bulan, Darul Hasanah, Deleng Pokhisen dan lokasi sekitar nya mengatakan, bahwa sektor budidaya ikan air tawar adalah salah satu penopang ekonomi masyarakat. Untuk itu, Pemerintah perlu segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, serta memberikan bantuan kepada petani ikan atau perlu dicari solusi agar tidak terdampak luas tandas nya (Ali Asa)