Independennews.com | Solok — MTsN 2 Solok kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Sekolah ini resmi menerima penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atas perannya dalam Gerakan Sekolah Aman Pangan, sebuah program nasional yang menekankan pentingnya konsumsi pangan sehat dan aman bagi generasi muda. Penghargaan tersebut diterima pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Kepala MTsN 2 Solok, Erdinal, menyampaikan rasa syukur sekaligus tanggung jawab yang semakin besar atas capaian ini. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, tetapi bukti nyata komitmen sekolah dalam membangun budaya aman pangan di lingkungan pendidikan.
“Kami percaya, pendidikan tidak hanya soal akademik. Anak-anak harus tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi dari pangan berisiko,” ujarnya penuh keyakinan.
Program Gerakan Sekolah Aman Pangan yang dijalankan MTsN 2 Solok mencakup berbagai langkah strategis, mulai dari edukasi gizi dan keamanan pangan bagi siswa, pengawasan ketat terhadap kantin sekolah, hingga kampanye sadar pangan bagi seluruh komunitas sekolah. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Penghargaan dari BPOM ini menjadi pengingat penting bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Solok dan Sumatera Barat bahwa pendidikan berkualitas harus berjalan seiring dengan kesehatan dan keselamatan siswa. Erdinal menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh guru, staf, siswa, serta dukungan penuh dari orang tua dan masyarakat.
“Keberhasilan ini adalah buah kolaborasi dan kepedulian bersama. Kami ingin menjadi contoh bahwa budaya aman pangan bisa diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Dengan penghargaan ini, MTsN 2 Solok berharap dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Sumatera Barat untuk lebih serius menekankan pentingnya keamanan pangan. Sekolah ini menegaskan bahwa mendidik generasi penerus bukan hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan kesehatan dan karakter.
“Mendidik anak berarti menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Itulah makna sesungguhnya dari pendidikan yang menyeluruh—mendidik akal, hati, dan tubuh,” tutup Erdinal penuh makna.
(Dioni)