MoU Rehabilitasi Hutan Lindung Duriangkang Seluas 10 Hektare, Kepala BP Batam: Kita Jaga Bersama Kualitas Sumber Air Baku

Independennews.com | Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan Hutan Lindung Duriangkang seluas 10 hektare. Penandatanganan berlangsung di Gedung Mal Pelayanan Publik, Batam Centre.

Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo, menandatangani MoU tersebut bersama Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kelestarian kawasan hutan lindung di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang.

Waduk Duriangkang sendiri merupakan waduk terbesar di Pulau Batam, dengan volume tampungan air sebesar 101,2 juta meter kubik dan kapasitas layanan air baku mencapai 3.000 liter per detik.

Dalam pernyataan terpisah, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kualitas air baku yang menjadi penopang utama kebutuhan air bersih masyarakat Batam.

“Melalui MoU dengan berbagai instansi dan lembaga, BP Batam terus mengajak seluruh pihak bersinergi menjaga kualitas sumber air baku. Harapannya, pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujar Amsakar.

Sementara itu, Hadjad Widagdo menekankan pentingnya peran kawasan tangkapan air dalam menunjang pasokan air baku. Menurutnya, Pulau Batam tidak memiliki sungai permanen sehingga hanya mengandalkan air hujan yang ditampung melalui DTA.

“Oleh karena itu, penting bagi kita menjaga kualitas hutan di sekitar DTA. Jika kawasan hutan mengalami kerusakan, risiko erosi dan sedimentasi akan meningkat, yang pada akhirnya menurunkan kualitas air di waduk,” terang Hadjad.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPDAS Sei Jang Duriangkang atas kerja sama yang terjalin, dan berharap kegiatan rehabilitasi ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata.

“Terima kasih kepada BPDAS Sei Jang Duriangkang atas dukungannya. Semoga seluruh proses di lapangan dapat berjalan tanpa kendala, demi menjaga ekosistem waduk, khususnya Waduk Duriangkang,” tuturnya.

Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto, juga mengungkapkan harapannya agar sinergi ini menjadi langkah nyata dalam pelestarian lingkungan di Batam.

“BPDAS Sei Jang Duriangkang terus berikhtiar memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menjaga kelestarian hutan. Melalui MoU ini, semoga semua pihak dapat turut berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan hidup di Batam,” ujar Haris.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Direktur Pengelolaan Air Minum, Tumirah; Manajer Perencanaan dan Operasional Hulu, Lusy Novita; serta sejumlah pejabat eselon IV di lingkungan BP Batam.

You might also like