Modus Janji Dipekerjakan di Malaysia, 5 Pelaku Penipuan Digaruk Polda Kepri

0
64
Foto : 5 Tersangka Penipuan yang berhasil diamankan Polda Kepri

Independennews.com, Batam | Ditreskrimum Polda Kepri berhasil meringkus 5 (lima) orang tersangka pelaku penipuan dengan modus memberikan janji akan dipekerjakan sebagai pekerja imigran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Kelima orang tersangka tersebut diantaranya AN (33), AB (32), AR (28), M (41) dan SU (39). Sementara korban calon PMI ilegal yang berhasil diselamatkan sebanyak 7 (tujuh) orang diantaranya 1 (satu) orang laki-laki dan 6 (enam) orang perempuan.

Wadirreskrimum Polda Kepri, AKBP Donny Siswoyo S.IK mengatakan bahwa kejadian berlangsung pada hari Senin, (13/9/2021) sekira pukul 02.30 dini hari bertempat di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Penangkapan ini kata Donny, merupakan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan penyidik Polri. Karena pengungkapan kasus ini merupakan info dari masyarakat yang disampaikan ke pihak Kepolisian.

“Informasi itu kemudian kita tindaklanjuti dengan melakukan pengecekan dan dilakukan penyelidikan, hingga akhirnya ke-5 orang ini ditahan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Donny saat memimpin Konferensi Pers di Polda Kepri, Rabu (15/9/2021).

Adapun modus operandi yang dilakukan oleh kelima tersangka yakni dengan melakukan perekrutan korban yang kemudian dijanjikan akan bekerja di Malaysia dengan upah sebesar Rp. 5-7 juta.

Lanjut kata Donny, ketujuh korban merupakan penduduk luar Kepri dan sudah mengeluarkan banyak biaya untuk sampai ke tempat yang ditentukan dengan janji yang juga diberikan.

“Adapun 2 orang bertugas menjemput korban di Bandara, ada yang bertugas sebagai tekong, ABK kapal dan ada yang bertugas menjaga kapal, jadi tugasnya masing-masing,” terangnya.

Donny menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, menunjukkan bahwa total keuntungan yang diperoleh AN sebanyak Rp. 6 juta, AB sebanyak Rp. 1 juta, AR sebanyak Rp. 2 juta dan SU sebanyak Rp. 1.5 juta.

“Adapun pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Pasal 81 dan 83 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dengan maksimal 10 tahun hukuman penjara dengan denda sebesar Rp. 15 miliar,” tutupnya.(SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here