IndependenNews.com | Pemalang – Di tengah keterbatasan anggaran kelurahan pada tahun 2025, semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap hidup di Kelurahan Kebondalem. Lurah Kebondalem, Yanuar Sulaksono, S.STP., M.AP., mengapresiasi inisiatif swadaya warga RT 03 RW 07 yang berhasil memasang enam titik penerangan jalan di kawasan Jl. Progo, Gang Bakti, Musholla Nurul Huda, Pemalang.
Apresiasi tersebut disampaikan melalui pesan suara WhatsApp kepada redaksi IndependenNews.com, Sabtu (5/7/2025), menanggapi semangat kolektif warga dalam menjaga dan menata lingkungan.
“Dengan keterbatasan anggaran, kami bersama RT, RW, dan tokoh masyarakat menyepakati pembagian program: mana yang bisa didanai dari Dana Kelurahan, dan mana yang perlu diarahkan ke jalur lain, seperti hasil reses, pokok pikiran dewan, atau Musrenbang,” ujar Yanuar.
Ia menambahkan, kegiatan swadaya tersebut sejalan dengan data dan arah kebijakan kelurahan. “Kami menerima laporan tentang enam titik lampu yang dipasang secara mandiri. Itu bukti nyata kepedulian warga, dan tentu kami sangat mengapresiasi,” ungkapnya.
RW 07 Jadi Contoh Kolaborasi Sosial dan Lingkungan
Menurut Yanuar, RW 07 layak menjadi contoh sinergi antara RT, RW, tokoh masyarakat, dan warga dalam membangun kualitas lingkungan.
“Kami tidak hanya memantau, tapi juga turun langsung, ikut kerja bakti bersama warga. RW 07 menunjukkan bagaimana kolaborasi sosial bisa menjawab tantangan lingkungan,” jelasnya.
Terkait harapan ke depan, Yanuar menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan.
“Dalam berbagai forum, kami selalu mengajak warga bijak mengelola sampah dan menjaga kesehatan lingkungan. Ini sejalan dengan visi besar Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yakni Pemalang Bercahaya, dengan misi Resik, Hijau, dan Apik,” tegasnya.
Kelurahan Kebondalem Andalkan Inovasi Teknologi Pengolahan Sampah
Yanuar juga mengungkap bahwa Kelurahan Kebondalem telah mengoperasikan MOTAH (Mesin Olah Runtah), inovasi pengolahan sampah tanpa listrik maupun bahan bakar. Mesin ini mampu mengolah sampah dengan suhu tinggi secara efisien dan ramah lingkungan.
“Persoalan sampah di kawasan perkotaan semakin kompleks. Kehadiran MOTAH diharapkan bukan hanya menyelesaikan sisi teknis, tetapi juga membangun kesadaran dan pemberdayaan masyarakat. Sampah ini harus dikelola oleh, dari, dan untuk masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat partisipatif dan budaya gotong royong yang terus terjaga, Kelurahan Kebondalem optimistis dapat mewujudkan slogan lokalnya: Kebondalem BERSERI (Bersih, Ramah, Sehat, Istiqomah), sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan Pemalang yang lebih bercahaya.
(S. Febriansyah)