IndependenNews.com, Bengkulu Selatan | Kepala BKKBN Republik Indonesia, dr Hasto Wardoyo Sp OG melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS). Kehadiran dr Hasto didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Dr H Rosjonsyah SIP dan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang disambut langsung Bupati BS, Gusnan Mulyadi SE MM, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kepala Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD), para Penyuluh Keluarga Berencana (KB).
“Kami sangat memuji kinerja Pemkab BS yang telah melakukan kolaborasi untuk melakukan upaya penurunan stunting yang ada di Provinsi Bengkulu saat ini. Saya yakin stunting akan mengalami penurunan atau perbaikan ke depannya,” ujar Wagub, Rosjonsyah saat menyampaikan perkembangan stunting di hadapan Kepala BKKBN Republik Indonesia, dr Hasto Wardoyo Sp OG di Pendopo Rumah Dinas Bupati BS, Senin (19/6).
Lebih lanjut, Rosjonsyah mengatakan nilai stunting ditingkat nasional Provinsi Bengkulu sudah baik, yaitu itu nilai studi status gizi (SSG) kita sudah di 22% yang ditergetkan akan terus akan mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, nilai stunting kita di bawah rata-rata nasional, itu semua berkat kerja sama dan respon Pemkab, yaitu Bupati BS dan jajaran dalam menangani stunting,” kata Rosjonysah.

Sementara, Bupati BS, Gusna Mulyadi SE MM menyampaikan bahwa Pemkab BS terus berkomitmen untuk mengatasi stunting yang ada dari berbagai lini. Salah satunya melalui peran Tim Pendamping Keluarga dalam mengentaskan stuting yang ada dengan pendampingan yang benar kepada kelaurga.
“Kita barusan menyalurkan dana operasional TPK yang jumlahnya 500 orang, mereka sangat berperan dalam mengatasi stunting melalui pendekatan kepada keluarga,” sampainya.
Pada kesempatan itu, Kepala BKKBN RI, dr Hasto Wardoyo Sp OG menyampaikan sangat penting dalam mengatasi sunting dalam mempersiapkan generasi muda dan penerus bangsa, dimulai dari pasangan calon pengantin (Catin). Hal tersebut disampaikan karena generasi saat ini yang sedang memimpin dan yang memiliki pengaruh, nantinya 20 tahun kedepan akan digantikan oleh generasi muda saat ini.
“Jadi semua aspek untuk mempersiapkan generasi muda yang nantinya menggantikan generasi kita harus disiapkan, yaitu salah satunya pencegahan stunting. Kita pastinya tidak ingin generasi kita nantinya tidak yang terbaik, sebab mereka yang nantinya akan menjadi pemimpin,” sampai Hasto.
Hasto juga mengatakan, generasi yang baik akan memikirkan masa depannya. Sebab, tidak hanya semata mencegah stunting, mengentaskan stunting juga akan mengentaskan kemiskinan. Hal, tersebut dapat dikarenakan mereka generasi terbaik tidak hanya memikirkan kehidupan saat ini, bahkan memikirkan masa tuanya. Hidup di masa tua dengan tanpa bekerja seperti di masa muda harus disiapkan oleh kita dan generasi kita, sebab jika masalah stunting belum bisa diatasi maka hal tersebut juga sulit dicapai.
“Untuk BS sendiri penanganan stuntinngya sudah baik. Melalu pencegahan stunting yang telah dilakukan kita bisa mempersipakan generasi terbaik kita. Mereka yang terbebas dari stunting akan dapat berfikir jenir untuk masa depannya,” pungkas Hasto.(ADV/JS)