KPU : Jokowi Mar’uf Menang Pemilu 2019 Sebesar 85.607.362 Suara

0
178

INDEPENDENNEWS.COM, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil pemilihan Umum (pemilu) pada 17 April 2019 lalu, Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin  keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara 55,50 Persen atau 85.607.362 dari total suara sah 154.257.601 suara. 

Sementara rivalnya pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meperoleh 68,650.239 suara sah atau 44,50 persen dari total suara sah. Hasil tersebut berdasarkan rekapitulasi nasional penghitungan suara Pemilu 2019 di Jakarta, Selasa dini hari. 

Setelah pengumuman pemenang Pemilu, KPU akan menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih. KPU juga  memberikan kesempatan bagi peserta pemilu yang tidak puas terhadap hasil penghitungan tersebut untuk meminta gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam jangka waktu selambatnya tiga hari setelah diumumkan pemenang. 

“batas waktu bagi peserta pemilu mengajuan gugatan diberi waktu hingga tanggal 24 Mei 2019,” Ujar Ketua KPU RI Arief kepada media. 

Dikatakan Arief, apabila hingga batas waktu yang ditentukan pada 4 Mei tidak ada pengajuan gugatan ke Mahkama Kontitusi, KPU memiliki waktu tiga hari untuk mengatur calon presiden dan wakil presiden terpilih. Kemungkinan penetapan pemenang akan dilakukan antara 25 dan 27 Mei 2019. Sambil menunggu pengajuan gugatan ke Mahkamah Kontitusi, KPU menunggu putusan Makamaah Kontitusi dikeluarkan, setelah putusan MK keluar, KPU memiliki waktu 3 hari untuk meminta calon terpilih sejak putusan dibacakan. 

Pada situs KPU, putusan penyelesaian Keputusan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden akan berlangsung 23 Mei 2019- akhir Juni 2019. Mahkamah Konstusi juga telah menjadwalkan pendaftaran sengketa Pilpres pada yaitu tanggal 23-26 Mei 2019 dan Putusan akan dibacakan pada tanggal 24 Juni 2019. sedangkan gugatan maksimal paling lambat penetrasi akan dilakukan tiga hari setelah 24 Juni. Nanti, setelah dibacakan putusan tanggal 24 Juni itu, maka proses persidangan selesai dan tidak ada upaya hukum lagi yang dapat dilakukan oleh para pihak yang berperkara. 

Tahapan selanjutnya adalah pelantikan Presiden dan Wapresiden akan digelar pada 20 Oktober 2019. 

Pemenang Pilpres hanya akan sah secara konstitusional jika ada Surat Keputusan KPU dan dilantik serta dituntut serta diminta untuk diperbaiki di Sidang MPR sesuai Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 9 ayat (1) dan ayat (2) dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden hasil pemilihan umum dilantik oleh MPR dalam sidang paripurna MPR.

Nantinya, Ketua MPR akan membacakan keputusan KPU tentang Presiden dan Wakil Presiden terpilih.(Sumber CNN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.