Konflik Antar Pedagang Berbuntut Panjang, Diduga Dalangnya Oknum Kades

0
137

Lampung, Independennews.com –Buntut dari Konflik antara pedagang pasar dengan oknum Kades Gunung Besar Bunglai, Abung Tengah, Lampung Utara. Oknum preman kampung mengamuk dan merusak banner milik Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Lampung yang sedang melakukan pendampingan hukum terhadap para pedagang pasar.

Perusakan benner Pospera tersebut masuk dalam pernyataan dalam tindak pidana KUHP Pasal 55 ayat 1.1 Dipidana sebagai pelaku tindak pidana yakni mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan perusakan, sekarang telah dilaporkan kepada pihak yang berwajib yakni pihak kepolisian polsek Abung Tengah, Kota Bumi, Lampung Utara, Lampung.

Ketua Umum Pospera Lampung Marsat Jaya. SH, membenarkan bahwa telah terjadi perusakan atribut benner Pospera, dan sekarang masih ditangani oleh polsek Abung Tengah AKP Edi Juarsyah.

“kita sudah kantongi indentitas preman berinisial R alias SL tersebut, dia diduga merupakan orang suruhan oknum aparat desa setempat. R datang membawa senjata tajam dan merusak banner Pospera yang dipasang di depan pasar.” kata Marasat Jaya seperti sikutip dari sinarlampung.com, Jumat (18/1/19)

Ketua Pospera Lampung menyatakan dengan tegas bahwa Kami tidak akan mundur, Kendati mereka melakukan cara-cara premanisme dan brutal seperti ini. Kami Pospera Lampung meminta agar pelaku diproses hukum sesuai perbuatannya.

“Kami akan tetap mendampingi para pedagang hingga kondisi normal. Dalam artian pedagang bisa kembali berdagang dengan aman, nyaman dan memiliki kepastian hukum. Menurutnya, bahwa Pasar itu sangat dibutuhkan masyarakat, dan merupakan pusat pergerakan ekonomi di desa ini. Jadi sudah seharusnya kepentingan masyarakat banyak lebih didahulukan daripada kepentingan pribadi,” ujarnya

Mantan aktivis 98 itu menuturkan, konflik bermula karena oknum kades berinisial FR melanggar kesepakatan dengan pedagang yang akan memindahkan pasar ke tengah kampung, tidak jauh dari pasar yang sekarang.

“Namun oknum kades dibantu orang-orangnya  tiba-tiba sepihak membakar dan merusak kios atau lapak para pedagang. Hal inilah yang tidak diterima para pedagang,”terangnya.

Tim investigasi Pospera bersama dengan LBH Pospera Dr (Can) Nurul Hidayah,SH.MH mengatakan bahwa, tanah pasar tersebut ternyata bermula milik salah satu Wakil Ketua BPD setempat, dengan diam-diam tanah tersebut dijual dan di beli oleh oknum kades.

“Sedangkan Red” tanah pasar tersebut sebenarnya merupakan hibah warga dan masuk juga menjadi badan jalan untuk dilewati warga. Kami masih mendalami apakah ada motif lain dari upaya perusakan pasar tersebut. Jika oknum kades juga terbukti melakukan penyimpangan dana desa dan turut serta, tentu akan kami laporkan ke pada pihak berwajib dan terus dikawal proses hukumnya,” paparnya ketua Pospera Lampung. (Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.