Ketua umum DEMA FASYA UINSI SAMARINDA Dukung Aliansi Gerakan Mahasiswa FTIK Menggugat

Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah UINSI Samarinda, Gusti Muhamad Haikal

IndependenNews.com | Aceh – Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah UINSI Samarinda, Gusti Muhamad Haikal, akan mengawal dan mendukung Aliansi Gerakan Mahasiswa FTIK Menggugat.

Aksi tersebut dipimpin oleh Andriyan Dwi Saputra selaku Jendral Lapangan aksi. Aksi ini berangkat dari keresahan dan keluhan mahasiswa FTIK selama beberapa tahun terakhir yang tak kunjung teratasi.

Adapun tuntutan yang diserukan mengenai Fasilitas Sarana dan Prasarana, kemudian transparansi anggaran pemeliharaan dan pengadaan barang di lingkungan FTIK, serta keamanan lingkungan kampus yang pada akhirnya terjadi penandatanganan nota kesepemahaman oleh Jenlap dengan Dekan FTIK.

“Aliansi ini jelas tindakan tegas serta merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kampusnya dalam hal ini Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,”ujar Haikal kepada Media, pada Selasa (1/10/2024).

Haikal mengatakan, aksi yang dilakukan oleh aliansi tersebut memperlihatkan bahwa banyak sekali problem yang terjadi sehingga perlu adanya perhatian khusus oleh pemangku kebijakan kampus. Ia juga menyebut, jika tuntutan tersebut harus segera direalisasikan sesuai nota kesepemahaman yang dibuat.

“Aksi Ini adalah ekspresi yang sah dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan sejumlah peraturan perundang-undangan di Indonesia, yang menegaskan bahwa kebebasan berekspresi kebebasan berpendapat berkumpul dan menyatakan pendapat itu semuanya dijamin,”

Lebih lanjut, Haikal menjelaskan bahwa fasilitas kampus yang memadai sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan, kenyamanan, serta sangat menunjang pengembangan keterampilan baik bidang akademik maupun non akademik.

Haikal selaku ketua DEMA FASYA menegaskan perlu adanya sinergi dan komunikasi yang massif oleh Pemangku Kebijakan terhadap mahasiswa dalam hal diwakili oleh organisasi kemahasiswaan yang memiliki kewenangan untuk mengadvokasi aspirasi. Sinergi yang kuat antara mahasiswa dan pemangku kebijakan menciptakan suasana kolaboratif yang bermanfaat bagi pengembangan kampus secara keseluruhan, baik dari segi kualitas pendidikan, inovasi, maupun reputasi. Dengan demikian, akan secara maksimal dan efektif mewujudkan TRI DHARMA Perguruan Tinggi.( muh )

You might also like