Ketua MPR RI Minta Uang Lauk Pauk Prajurit TNI Naik, Personil Wajib Tau Besaran nya

0
256
Foto : Bamsoet

IndependenNews.com, Jakarta | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Pembina PB PRRCASI mengiginkan uang lauk pauk prajurit TNI dinaikkan. Dari semula Rp 60 ribu per hari yang berlaku rata di berbagai daerah, menjadi sebesar Rp 100 ribu bagi yang bertugas di Pulau Jawa dan Rp 150 ribu bagi yang bertugas di luar Pulau Jawa.

Kenaikan tersebut harus dilakukan sebagai bentuk apresiasi negara terhadap kinerja prajurit TNI, khususnya yang bertugas di wilayah perbatasan, terpencil, dan terluar.

“Bagaimana prajurit bisa bertugas dengan baik, jika uang lauk pauknya hanya Rp 60 ribu per hari. Saya yakin dibawah kepemimpinan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, dibantu Pak Utut Adianto sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, yang juga pernah menjabat Wakil Ketua DPR RI, bisa meyakinkan Komisi I dan Banggar untuk menyetujui usulan kenaikan uang lauk pauk bagi prajurit TNI yang sudah lama diperjuangkan Pak Andika Perkasa yang kini menjadi Panglima TNI ,” ujar Bamsoet saat memberikan sambutan dalam Turnamen Catur Tingkat Internasional, Memperebutkan Piala KSAD, di Gedung AH Nasution, Markas TNI AD, Jakarta, Minggu (28/11/21) pada Siaran tertulisnya.

Turut hadir antara lain, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB PERCASI) Grand Master Utut Adianto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Bakti Agus Fadjari.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini menjelaskan, di belahan dunia manapun, tumbuh kembang setiap cabang olahraga tidak semata dibangun sendiri oleh induk cabang olahraga. Melainkan harus ada keberpihakan, sinergi, dan kolaborasi dari segenap pemangku kepentingan. Ada peran serta berbagai entitas kelembagaan serta berbagai elemen masyarakat, khususnya pecinta olahraga, yang berkontribusi penting dalam pengembangan dunia olahraga.

“Kita patut mengapresiasi TNI AD di bawah komando KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang telah menyelenggarakan turnamen catur internasional pada hari ini. Turnamen ini adalah manifestasi nyata kepedulian TNI AD terhadap kemajuan dan perkembangan cabang olahraga catur di tanah air. Kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang penjaringan dan pembinaan atlet catur nasional,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, dengan semangat yang sama, saat dirinya memimpin DPR dan MPR RI, kedua lembaga perwakilan rakyat tersebut juga telah menyelenggarakan turnamen catur nasional sebanyak tiga kali, dengan antusiasme masyarakat yang sangat luar biasa, bahkan salah satunya tercatat dalam rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), sebagai penyelenggaraan Turnamen Catur dengan Peserta Master Terbanyak di Dunia.

“Apresiasi juga perlu dilakukan kepada PB Percasi selaku induk organisasi catur yang telah banyak melahirkan atlet-atlet catur berkualitas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Susanto Megaranto, Irene Kharisma Sukandar, Mohamad Ervan, dan Medina Warda Aulia, adalah sebagian dari atlet catur berprestasi yang telah mengharumkan nama bangsa di arena internasional,” terang Bamsoet.

Pembina PB PERCASI ini menilai, olahraga catur adalah olahraga yang mempunyai filofosi mendalam. Permainan catur mengajarkan, bahwa untuk mencapai tujuan dan meraih kemenangan, dibutuhkan pemikiran yang cermat, tindakan yang hati-hati dan terukur, serta strategi yang jitu dan terkoordinir. Harus dipaham, kapan harus bertahan, kapan harus menyerang. Filosofi ini sangat lekat dan familiar bagi TNI AD, selaku alat negara di bidang pertahanan dan keamanan.

“Catur melatih kita berkonsentrasi, berfikir logis dan kalkulatif, mengolah intuisi, pandai memanfaatkan peluang, dan cermat meramu strategi yang akurat untuk memecahkan masalah yang ada di depan mata. Karena catur adalah olahraga untuk mengasah otak dan melatih daya fikir, maka memajukan dan membudayakan olahraga catur, secara simbolis dapat dimaknai juga sebagai bagian dari membentuk generasi yang berfikir dalam kerangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan oleh Konstitusi,” pungkas Bamsoet. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here