Kepala BP Batam Amsakar Achmad Soroti Tata Kota dan Peluang Investasi Data Center

Kepala BP Batam dan wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra bersama insan Pers Kota Batam

Independennews.com | Batam — Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, H. Amsakar Achmad, menyampaikan pandangannya terkait perkembangan pesat yang tengah dialami Kota Batam. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur yang terus meningkat merupakan tanda positif bagi masa depan Batam, namun tetap perlu diimbangi dengan penataan kota yang lebih tertib dan berorientasi pada kenyamanan publik.

“Kita bersyukur atas pesatnya pembangunan Batam dalam beberapa tahun terakhir. Namun di sisi lain, ada hal-hal kecil yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti penataan lahan parkir di sejumlah kawasan yang masih sempit dan sering menimbulkan kemacetan. BP Batam harus hadir dan tegas mengambil langkah demi kepentingan masyarakat,” ujar Amsakar dalam keterangannya.

Menurutnya, tata ruang dan fasilitas publik yang baik akan memperkuat citra Batam sebagai kota modern dan berdaya saing. Ia menegaskan, pemerintah bersama BP Batam harus membangun koordinasi yang lebih solid agar setiap kebijakan dan pembangunan infrastruktur benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyoroti munculnya sektor data center yang kini menjadi magnet baru investasi di Batam. Ia menyebut kehadiran data center sebagai bentuk nyata transformasi ekonomi Batam menuju era digital.

“Sektor data center menjadi daya tarik baru investasi global. Dengan infrastruktur listrik dan air yang kuat, Batam memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penyimpanan data internasional. Ini peluang besar yang harus kita kelola dengan bijak,”
jelasnya.

Lebih lanjut, Amsakar mengingatkan bahwa setiap perkembangan ekonomi harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menciptakan lapangan kerja baru agar angka pengangguran dapat ditekan dan kesejahteraan warga semakin meningkat.

“Pemerintah harus memastikan agar setiap investasi yang masuk memberi dampak nyata bagi masyarakat — terutama dalam penyediaan lapangan kerja dan peningkatan taraf hidup keluarga Batam,”
tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa investasi di sektor data center memiliki potensi besar dalam menopang ekonomi Batam. Menurutnya, meskipun sektor ini tidak padat karya, namun memberikan efek ekonomi yang signifikan karena memerlukan tenaga ahli dengan kemampuan tinggi dan berpenghasilan besar.

“Investasi data center memang tidak banyak menyerap tenaga kerja, tetapi jenis tenaga yang dibutuhkan berkompetensi tinggi dan berpenghasilan besar. Ini akan memacu perputaran ekonomi lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat,”
terang Claudia.

Claudia juga menilai, keberadaan data center akan berdampak pada sektor lain seperti properti, transportasi, penyediaan energi, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari penggunaan sumber daya air.

Kedua pimpinan BP Batam itu sepakat bahwa Batam harus tumbuh secara seimbang — tidak hanya menjadi kota investasi yang menarik di mata dunia, tetapi juga kota yang nyaman, tertata, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

“Tugas kita bukan sekadar mengundang investor, tetapi memastikan setiap pembangunan memberi manfaat bagi rakyat,” pungkas Amsakar.(gus)

You might also like