Kaur Gelar Rakor Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah: Fokus pada Target dan Indikator Keberhasilan

Independennews.com – Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan pembahasan strategi pertumbuhan ekonomi daerah dan evaluasi dukungan terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 11 Agustus 2025, melalui Zoom Meeting dan di Ruang Rapat Setda Kabupaten Kaur.

Rakor dipimpin Plh Asisten II Setda Kaur, Syalehjon, dan dihadiri oleh Inspektur Daerah, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bagian Ekonomi, Disperindagkop dan UMKM, serta perwakilan OPD terkait. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, membuka acara secara virtual dan menegaskan bahwa inflasi yang tidak terkendali berpotensi langsung menurunkan daya beli masyarakat, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan memicu instabilitas sosial.

Syalehjon menekankan bahwa target pengendalian inflasi di Kaur tahun 2025 harus berada pada kisaran 2–3%, sejalan dengan sasaran nasional. Strategi utama mencakup:

  • Menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok, khususnya beras, gula, dan minyak goreng.
  • Menggelar operasi pasar pada periode rawan kenaikan harga, seperti menjelang hari besar keagamaan.
  • Memperkuat sektor produktif unggulan—pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM—untuk meningkatkan suplai barang dan jasa.

“Indikator keberhasilan bukan hanya inflasi rendah, tapi juga daya beli masyarakat yang terjaga, harga bahan pokok stabil di bawah rata-rata provinsi, serta meningkatnya omzet UMKM lokal minimal 10% per tahun. Semua program ini harus terukur,” tegas Syalehjon.

Rakor ini juga membahas capaian Program 3 Juta Rumah di Kaur, di mana realisasi tahun berjalan masih di angka 45% dari target tahunan. Evaluasi menyoroti perlunya percepatan penyediaan lahan, peningkatan akses pembiayaan, serta kolaborasi dengan pengembang swasta dan perbankan.

Syalehjon menambahkan, penyediaan rumah layak huni bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas hidup, kesehatan, dan produktivitas masyarakat.

Pemkab Kaur menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan diukur melalui penurunan angka backlog perumahan, peningkatan kepemilikan rumah bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), serta kontribusi sektor perumahan terhadap PDRB daerah.

Melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkab Kaur optimistis inflasi dapat ditekan, ekonomi lokal tumbuh berkelanjutan, dan target pembangunan 3 Juta Rumah tercapai tepat waktu. (hendri)

You might also like