Kasus HIV di Batam Cenderung Meningkat, Dinkes Batam Ajak Masyarakat Setia Pada Pasangan

0
376
Foto : Expert HIV AIDS Dinkea Kota Batam Bahizir Oseven

Independennews.com, Batam | Meskipun penyebaran pandemi terbilang masih baru di tanah air, namun telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tidak hanya aspek ekonomi, sosial dan budaya. Namun juga berimbas pada penaganan HIV AIDS.

Upaya menekan dan menanggulangi pandemi Covid 19 di tanah air, pemerintah sangat serus untuk mengembalikan ke kehidupan normal dengan berbagai cara seperti penerarapan Prokes, Vaksinasi dan PPKM yang tentunya diharapkan mampu menanggulangi penyebaran Covid 19.

Penerapan kebijakan PPKM ini ternyata juga sangat dampak signifikan dalam penemuan kasus HIV/AIDS khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kota Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam melalui Expert HIV Dinkes Batam, Bahizir Oseven mengatakan, bahwa penerapan PPKM memang secara signifikan mempengaruhi jumlah temuan masyarakat terpapar virus HIV/AIDS.

Hal ini kata Oseven, disebabkan jumlah peserta yang mengikuti tes HIV juga berkurang., karena adanya batasan-batasan, sehingga pemeriksaan berkurang, maka hasil pemeriksaan juga menurun.

“Tentu dengan menurunnya pemeriksaan maka orang yang diperiksa juga berkurang,” kata Oseven kepada Independennews.com ketika diwawancarai di ruang kerjanya pada Jumat, (20/8/21) pekan lalu.

Oseven menjelaskan, berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh pihaknya beberapa tahun belakangan, jumlah masyarakat positif HIV itu rata-rata 700 an orang per tahunnya. Namun pada masa pandemi Covid-19 berkurang.

“Kalau diperhatikan harusnya rata-rata 700 an per tahun. Namun selama masa pandemi ditemui hanya 400 an lebih, ini karena kita tidak bisa mengadakan pertemuan yang berpotensi pada penurunan pemeriksaan,” ujar Oseven

Dalam 2 tahun ini jumlah temuan kasus HIV menurun, tambah Oseven, hal itu dikarenakan jumlah pemeriksaan berkurang. Sebaliknya jika pemeriksaan lebih banyak dilakukan maka kemungkinan ditemukannya penderita HIV juga semakin banyak.

“Kalaulah semakin banyak yang mau diperiksa, maka kemungkinan ketemunya juga pasti banyak. Ini kan berkurang karena selama pandemi ini kita dibatasi, seperti jam kerja dan bahkan pemberian dan pengambilan obat juga dibatasi untuk mengurangi bertemu dengan orang lain,” terangnya.

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan kota Batam melaporkan data temuan kasus HIV baru pada tahun 2020 sebanyak 463 orang pengidap kasus baru dari 19.053 pemeriksaan yang dilakukan.

Untuk tahun 2019 sebanyak 692 orang kasus HIV baru dari 28.142 tes HIV. Sementara di tahun 2017 ditemukan sebanyak 712 kasus HIV baru dari 20.960 tes HIV yang dilakukan.” Tutup Oseven (SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here