Independennews.com | Kota Tegal — Sosok AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K., Kapolres Tegal Kota Polda Jawa Tengah, menjadi inspirasi di tubuh Polri. Lahir dari keluarga sederhana, pria kelahiran Bali, 5 April 1985 ini membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar.
Sejak kecil, AKBP Putu Krisna telah menanamkan kedisiplinan dan menjauhi pergaulan negatif demi mewujudkan impiannya masuk Akademi Kepolisian (Akpol), mengikuti jejak sang paman. Ia juga aktif berolahraga dan sempat menjadi juara karate se-Bali.
“Karena saya sudah berniat sejak kecil untuk menjadi Taruna seperti paman saya, maka saya membiasakan diri berolahraga dan menjauhi alkohol serta narkoba,” ungkapnya, Kamis (3/7/2025).
Lulus dari Akpol pada tahun 2006, kariernya dimulai di kesatuan Brimob dengan penugasan di Kalimantan Barat. Kariernya terus menanjak, hingga dipercaya menjadi pengasuh Taruna di Akpol, serta menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Polda Jawa Tengah. Sejak awal tahun 2025, ia resmi menjabat sebagai Kapolres Tegal Kota.
Meski berada di posisi tertinggi di Polres Tegal Kota, AKBP Putu Krisna tetap mengedepankan sikap humanis dan merakyat. Ia percaya, seorang pemimpin harus menjadi pembimbing, bukan pemberi tekanan.
“Ketegasan itu penting, tapi harus tetap mengedepankan etika. Jika ada anggota yang berbuat salah, jangan langsung dimarahi, tapi panggil dan nasehati dengan baik. Seorang pemimpin harus menciptakan kenyamanan dalam organisasi, bukan menambah beban,” tegasnya.
Baginya, peringatan Hari Bhayangkara ke-79 adalah momen penting untuk melakukan refleksi diri bagi seluruh insan Polri.
“Kalau diibaratkan manusia, usia 79 tahun itu sudah matang. Maka Polri juga harus berjalan ke arah yang lebih baik, berubah sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.
AKBP Putu Krisna menekankan pentingnya transformasi dalam tubuh Polri, dari yang dulunya berkesan kaku dan menakutkan, menjadi sosok pelindung yang hangat dan melayani.
“Ini bukan lagi era polisi yang arogan. Polisi hari ini harus membaur dengan masyarakat, hadir secara tulus, dan melayani sepenuh hati,” pungkasnya.
(Suherman)