Kabupaten Tegal Hadapi Tekanan Anggaran, DPRD Dorong Efisiensi Radikal

Independennews.com | Tegal – Pemerintah Kabupaten Tegal tengah menghadapi tantangan fiskal serius setelah adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat sebesar Rp230 miliar. Kondisi ini menciptakan defisit anggaran signifikan yang menuntut langkah cepat dan tegas dari para pemangku kebijakan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Agus Solichin, tampil di garis depan mendorong upaya penanggulangan krisis. Dengan nada tegas, ia menyerukan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan efisiensi anggaran secara radikal.

“Kita tidak bisa lagi business as usual. Setiap OPD harus berani memangkas pengeluaran yang tidak perlu, mulai dari perjalanan dinas berlebihan hingga konsumsi rapat yang mewah,” tegas Agus, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal.

Agus menilai digitalisasi dapat menjadi kunci efisiensi, khususnya untuk mengurangi penggunaan alat tulis kantor (ATK) yang selama ini membebani belanja rutin. Ia juga menyoroti kebijakan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan mengusulkan penundaan kenaikan TPP sementara waktu, mengingat ASN tetap menerima gaji pokok setiap bulan.

Sebagai bentuk solidaritas, DPRD Kabupaten Tegal telah lebih dulu memangkas anggaran kunjungan kerja. Agus berharap langkah ini menjadi contoh nyata bagi OPD lain untuk ikut berhemat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan pelayanan publik. Agus mendorong OPD agar lebih kreatif dalam menyampaikan informasi dan pelayanan, misalnya dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital.

“Kita harus bisa melakukan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit,” pungkasnya.

Dengan strategi efisiensi yang terukur dan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Tegal diharapkan mampu melewati tekanan anggaran sekaligus tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Suherman)

You might also like