Jelang Pelaksanaan Ujian Kelulusan, Wabup Natuna Ngesti Berpesan Orang Tua Harus Ikut Berperan Kontrol Anak-anak

0
168

Independennews.com, Batam – Wakil Bupati Kabupaten Natuna, Ngesti menyampaikan harapannya kepada para siswa siswi, orang tua khususnya para tenaga pendidik yang sebentar lagi akan dihadapkan dengan pelaksanaan ujian kelulusan sekolah khususnya di Kabupaten Natuna, Senin (29/03/21).

“Untuk anak-anak kami perbanyak belajar, kurangi kegiatan diluar. Juga kepada orang tua agar selalu mengontrol putra-putrinya agar bisa belajar dengan maksimal,” ungkapnya kepada Independennews ketika di konfirmasi via Whatsapp.

Foto : Wakil Bupati Natuna Hj.Ngesti Yuni Suprapti

Kepada para Guru, Ngesti mengajak para guru untuk melek teknologi, karena belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir.

“Dampak yang dirasakan dunia pendidkan adalah kurang efektifnya pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan para siswa karena melalui pembelajaran daring dan kehilangan masa pembelajaran ini yang sangat mengkhawatirkan,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kab. Natuna sudah mengeluarkan surat Edaran sejak 4 Januari 2021 lalu. Surat yang berisikan seluruh satuan pendidikan yakni PAUD, SD dan SMP yang hendak melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus mematuhi protokol kesehatan dan memenuhi daftar periksa.

“Seperti di sekolah harus tersedia tempat cuci tangan dengan air yg mengalir, hand sanitizer, seluruh siswa dan PTK harus memaki masker, tersedia thermogun dan surat persetujuan orang tua (komite sekolah) dan surat pernyataan kepala sekolah,” terangnya.

Foto : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna Suherman SH

Senada dengan itu Kadis Pendidikan Natuna, Suherman SH, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dampak pandemi Covid 19, yang dirasakan dunia pendidkan adalah kurang efektifnya pembelajaran.

” Kegiatan belajar mengajar   melalui pembelajaran daring (dalam jaringan), sangat kehilangan masa penbelajaran (lost of learning), kondisi ini yang sangat mengkhawatirkan kita,” ujarnya

Meskipun pandemi covid 19 melanda dunia secara khusus di Natuna, namun Kata Suherman, ia sangat bersyukur hingga saat ini tidak ada siswa yang putus sekolah di Wilayahnya.

“Tidak ada anak-anak  yang putus sekolah,” ujar nya

Terkait pembelajaran tatap muka, tambah Suherman, sudah dibuka sejak Januari 2021 melaui surat Edaran Bupati, seluruh satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP sudah melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dengan mematuhi protokol kesehatan dan memenuhi daftar periksa seperti di sekolah harus tersedia tempat cuci tangan dengan air yang mengalir, hand sanitizer, seluruh siswa dan PTK harus memakai masker, tersedia thermogun dan surat persetujuan orang tua (komite sekolah) dan surat pernyataan kepala sekolah.

“Seluruh proses kegiatan belajar mengajar  diwajibkan mengukuti protokol Kesehatan,”pungkasnya (Lubis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here