Jelang Grebeg Besar, Bupati Demak “Pisowanan” ke Kasepuhan Kadilangu

independennews.com | Demak – Menjelang penyelenggaraan pasar rakyat Grebeg Besar dan peringatan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Demak menggelar “Pisowanan Bupati Demak Dumatheng Kasepuhan Kadilangu”. Pertemuan silaturahmi ini berlangsung di Pendopo Notobratan Kadilangu, Demak, pada Rabu (7/5/2025).

Bupati Demak didampingi Wakil Bupati Demak KH. Muhammad Badruddin, Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Ahmad Sugiharto, serta sejumlah kepala dinas terkait dan perwakilan DPRD Demak. Rombongan Forkopimda disambut hangat oleh sesepuh Kasepuhan Kadilangu, H.R. M. Cahyo Iman Santoso, Ketua Yayasan Kalijaga R. Kristiawan, Juru Kunci Kadilangu R. Wiratno, serta para sentono dan ahli waris kasepuhan.

“Pisowanan” ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya rombongan Kasepuhan Kadilangu bersilaturahmi ke Pendopo Kabupaten Demak. Dalam sambutannya, Bupati Demak menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Demak, Forkopimda, dan Kasepuhan Kadilangu.

“Pisowanan pada hari ini juga merupakan wujud guyub rukun seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Demak tercinta,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati memohon doa restu kepada segenap sesepuh di Kasepuhan Kadilangu menjelang perhelatan Grebeg Besar yang bertepatan dengan peringatan Idul Adha. Ia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman, lancar, dan meriah, namun tetap dalam nuansa khidmat dan sakral.

“Mengingat kegiatan-kegiatan tersebut adalah rangkaian upacara tradisional yang mempunyai nilai ritual keagamaan bagi warga masyarakat Kabupaten Demak. Besar harapan kita bersama, tradisi ini akan tetap melekat dan menjadi bagian dari pelestarian kearifan budaya lokal,” tegas Bupati.

Sementara itu, sesepuh Kasepuhan Kadilangu, H.R. M. Cahyo Iman Santoso, menjelaskan bahwa acara Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 6 atau 7 bulan depan. Ia menyebutkan jika jatuh pada tanggal 7, yang kebetulan bertepatan dengan hari Jumat, waktu pelaksanaan kemungkinan akan singkat karena adanya sholat Jumat.

Menurutnya, rangkaian kegiatan awal sebelum Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga meliputi Pisowanan, Ziarah, Khataman Qur’an, dan penerimaan Abon-abon (ugorampe seperti minyak jamas dan bunga) dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

“Ini merupakan potensi wisata budaya di Kabupaten Demak. Semoga acara ini dapat berjalan secara rutin, karena hanya ada di Demak dan harus dilestarikan,” kata Cahyo Iman Santoso. Ia juga berharap seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, damai, sukses, serta membawa keberkahan dari Allah dan karomah Sunan Kalijaga bagi semua.

Kegiatan “Pisowanan” balasan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Penjamasan sebagai salah satu potensi wisata budaya di Kabupaten Demak, sekaligus memelihara hubungan baik antara tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah.(Dwi Saptono)

You might also like