Independennews.com | Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) bergerak cepat merespons instruksi Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, S.E., M.M., dengan melakukan pelebaran drainase dan penataan ulang Taman Patih Sampun yang berada di wilayah Bojongbata, Kecamatan Pemalang. Langkah ini merupakan respons konkret terhadap persoalan banjir yang sempat melanda kawasan tersebut, terutama saat musim penghujan.
Pengerjaan infrastruktur dimulai pada Rabu, 30 April 2025, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas saluran air yang sebelumnya dinilai tidak memadai menampung limpahan dari Jalan Gatot Subroto, yang merupakan jalur utama di pusat.
Saat di wawancarai awak media Independennews.com, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim, Ratih Hidayati, S.T., M.En., menyampaikan akan membuat Taman Patih Sampun, bersih, rapi, dan nyaman, bagi masyarakat, dengan memimpin langsung peninjauan teknis serta pelaksanaan di lapangan.
Dilakukan pelebaran dan pendalaman saluran drainase dari lebar awal 30 cm menjadi 60 cm dengan kedalaman serupa. Selain itu, taman ditata ulang dengan memangkas vegetasi yang mengganggu estetika dan pencahayaan, sekaligus memperkuat sistem resapan agar taman menjadi ruang publik yang nyaman dan bebas genangan.
Banjir yang terjadi di kawasan taman disebabkan oleh dimensi saluran air yang terlalu kecil dan adanya sedimentasi tanah yang menumpuk. Ditambah lagi, air dari kawasan Jalan Gatot Subroto mengalir menuju taman, padahal saluran yang tersedia hanya dirancang untuk kebutuhan lokal taman.
Drainase diperbesar dan diperdalam menggunakan sistem pabrikasi untuk ketahanan jangka panjang, mencakup jalur sepanjang kurang lebih 100 meter. Disperkim juga merancang ulang lansekap taman untuk menciptakan suasana yang rindang, rapi, dan ramah lingkungan.
“Saluran lama tidak mampu menampung volume air yang masuk dari Jalan Gatot Subroto. Oleh karena itu, kami mengambil langkah untuk memperbesar saluran agar banjir tidak terulang,” ujar Ratih Hidayati.
Selain Taman Patih Sampun, dua taman lainnya yakni Taman Kota Comal (TKC) dan Alun-alun Pemalang juga menjadi prioritas revitalisasi tahun ini. Beberapa area lain, seperti Jalan Ebek Gandulan dan gerbang masuk Ulujami, sudah menunjukkan kemajuan signifikan dalam tahap pengecatan dan perapian kawasan publik.
“Kami menargetkan taman-taman di Pemalang tidak hanya hijau, tapi juga bersih, rapi, dan aman. Ini bagian dari komitmen kami dalam menciptakan ruang publik yang layak dan adaptif terhadap tantangan iklim,” pungkas Ratih.
Langkah cepat, presisi teknis, dan keberanian dalam eksekusi ini menunjukkan arah baru birokrasi publik yang responsif dan progresif, menandai wajah baru tata kota Pemalang yang inklusif dan berdaya tahan.(S Febriansyah)