Independennews.com – Pemalang – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia. (IGTKI-PGRI) tingkat Kabupaten Pemalang, digelar secara meriah dan penuh makna pada Sabtu, (31/5/2025) pukul 10.25 WIB di Gedung Serbaguna, Jl. Jenderal. Sudirman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
Acara yang mengangkat tema “Guru Taman Kanak-kanak Bermartabat, Anak Indonesia Hebat Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai dari Taman Kanak-kanak” ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota IGTKI-PGRI dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Pemalang.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang, Ismun Hadiyo, S.Pd., yang mewakili sambutan Ketua PAUD Kabupaten Pemalang, Dr. Noor Faizah Maenofie, yang berhalangan hadir. Selain itu, Ketua PGRI Kabupaten Pemalang, dan Ketua IGTKI tingkat kecamatan juga memberikan dukungan penuh dalam perayaan akbar ini.
Dalam sambutannya Ismun Hadiyo, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus dan anggota IGTKI-PGRI atas dedikasi mereka dalam membangun pendidikan usia dini yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa program wajib belajar 13 tahun, yang mulai diterapkan tahun ajaran 2025-2026, menempatkan pendidikan pra-sekolah sebagai fondasi penting sebelum jenjang SD.
“Transformasi pembelajaran saat ini mengedepankan pendalaman materi secara mendalam yang akan diimplementasikan secara menyeluruh, termasuk di taman kanak-kanak,” kata Ismun Hadiyo.
“Kemendikbudristek telah menetapkan 12 langkah strategis untuk memastikan pendidikan bermutu bagi seluruh anak, sejalan dengan visi besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Wajib belajar 13 tahun bukan hanya kewajiban administrasi, tetapi landasan utama membangun generasi yang unggul dan berdaya saing global,” tambahnya.
Ismun juga menekankan perlunya guru taman kanak-kanak mengajar dengan metode aktif, kreatif, dan menyenangkan agar anak-anak mampu mengenal nilai-nilai sosial seperti gotong royong, cinta lingkungan, dan cinta tanah air sejak usia dini.
Acara semakin semarak dengan beragam penampilan kreatif dari para guru, termasuk senam, tari, drama, dan lomba fashion show. Lomba fashion show tingkat kecamatan dimenangkan secara berurutan oleh Kecamatan Pemalang (Juara I), Moga (Juara II), Warungpring (Juara III), Pulosari (Juara IV), Comal (Juara V), dan Taman (Juara VI).
Dalam sesi wawancara usai acara, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Pemalang, Dwi Uni Haryanti, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya tema HUT ke-75 ini sebagai wujud komitmen guru taman kanak-kanak untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran.
“Kami memiliki 356 lembaga TK dengan 1.395 guru terdaftar sebagai anggota IGTKI-PGRI di Kabupaten Pemalang,” jelas Dwi Uni.
“Guru TK adalah pondasi utama pendidikan anak usia dini, dan kami mendorong semua anggota untuk meningkatkan kualifikasi minimal S1 atau D4. Dengan peningkatan kompetensi ini, guru diharapkan bisa memperoleh status P3K dan tunjangan yang terverifikasi,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah daerah semakin memperhatikan kesejahteraan guru taman kanak-kanak dan terus mendukung pengembangan kapasitas pendidik sebagai kunci keberhasilan program wajib belajar 13 tahun.
Dengan momentum HUT ke-75 IGTKI-PGRI ini, seluruh pihak berharap semangat guru taman kanak-kanak di Kabupaten Pemalang, semakin terpatri untuk mencetak anak-anak Indonesia yang hebat dan siap menghadapi tantangan global.(S Febriansyah)