Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Mengajak Media Turut “Edukasi” Masyarakat Tentang Vaksinasi

0
180
Poto : Ridwan Kamil (kiri) mendampingi Ariel Noah (kaos putih) saat suntik vaksin Covit-19 di RSKIA

BANDUNG, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengajak media mengedukasi masyarakat tentang keberhasilan vaksinasi Covid-19 melalui berita guna mengikis isu-isu negatif yang membuat sebagian masyarakat ragu untuk divaksin.

Demikian disampaikan Gubernur Ridwan Kami saat bertemu dengan para pemimpin redaksi media nasional di Jabar secara virtual, di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (14/1/2021).

“Jadi kalau kita berhasil di sebulan dua bulan ini, maka pada saatnya nanti vaksinasi untuk masyarakat isu-isu negatif akan terkikis oleh masifnya edukasi dari media,” katanya.

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan vaksinasi merupakan kunci memutus rantai penularan Covid-19 melalui pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Pemerintah pun terus berupaya mendatangkan vaksin maupun memproduksi vaksin sendiri. Keamanan vaksin yang sudah mulai disuntikkan saat ini sudah terbukti dengan dikeluarkannya izin penggunaan darurat dari BPOM dan fatwa halal dari MUI.

Tingkat kemanjuran pada uji klinis pun sesuai yang diharapkan yakni 65,3 persen. Untuk vaksin yang diproduksi Bio Farma sudah menunjukkan perkembangan positif di uji klinis tahap tiga. Relawan termasuk Gubernur disuntik pertama Agustus dan kedua bulan September.

Diketahui saat ini antibodi dalam darah Ridwan Kamil meningkat hingga 99 persen.
“Darah saya sekarang sudah terkandung antibodi 99 persen, padahal baru bulan Maret nanti akan diumunkan,” kata Emil.

Sementara vaksin yang hari ini sudah mulai disuntikkan keberhasilannya akan mencapai puncaknya tiga bulan setelah penyuntikan kedua.

Penyuntikan kedua dilakukan 14 hari setelah suntikan pertama. Emil menuturkan, dosis pertama merupakan perkenalan dan dosis kedua adalah pembentukan antibodi.

“Dan tiga bulan setelah penyuntikan kedua adalah masa panen antibodi,” tuturnya.

Untuk itu bagi yang sudah menerima penyuntikan pertama, Emil meminta untuk tidak bereuforia berlebihan yang dikhawatirkan bisa menyebabkan kelalaian dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Itu yang saya khawatirkan. Mari dukung untuk memopulerkan semangat vaksinasi yang dibantu oleh peran media,” kata Emil.

Ia juga tak memungkiri masih ada sebagian masyarakat yang masih ragu terhadap efektivitas vaksin sehingga enggan untuk divaksin.

Untuk itu sebelum vaksinasi dilakukan kepada masyarakat umum yang menurut rencana pada bulan April mendatang, media masif memberitakan keberhasilan vaksinasi.

Makanya dalam situasi darurat ini vaksin menjadi wajib bagi mereka yang memenuhi kriteria. Yang tidak wajib itu yang sudah pernah kena Covid-19 karena di dalam tubuhnya sudah ada antibodi, kedua yang komorbidnya banyak,” ujarnya. (Amron Sihombing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here