Batam – Kepedulian terhadap lingkungan hidup sekaligus penghormatan terhadap ruang memorial pandemi kembali ditunjukkan tokoh masyarakat Batam, Ediaman Sinaga. Bersama Gereja Metodis Indonesia (GMI) Distrik 6 Wilayah Kepulauan Riau dan jajaran pimpinan pusat GMI Wilayah II, ia menginisiasi aksi penanaman 500 pohon mahoni di kawasan TPU Covid Sei Tamiang dan kawasan hutan lindung HL Sei Harapan, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut dihadiri langsung Bishop GMI Wilayah II, tokoh masyarakat Batak Kepri, unsur gereja, relawan, hingga perwakilan pengelola kawasan hutan lindung. Aksi penghijauan itu berlangsung penuh semangat kebersamaan dan gotong royong.
Penanaman ratusan pohon mahoni itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta upaya menghadirkan ruang hijau yang lebih teduh dan bermakna di kawasan yang memiliki sejarah kelam saat pandemi Covid-19 melanda.
Dalam keterangannya, Ediaman Sinaga menegaskan bahwa gerakan menanam pohon tersebut membawa pesan moral dan kemanusiaan yang mendalam.
“Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam harapan dan kehidupan. Kita ingin kawasan ini menjadi lebih hijau, lebih teduh, dan menjadi simbol bahwa manusia harus hidup berdampingan dengan alam,” ujarnya.
Ketua Bangso Batak Marsada (BBM) Kota Batam itu juga menilai bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.
Sementara itu, Bishop GMI Wilayah II, Iwan Karo-karo, mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan aksi peduli lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual kita kepada Tuhan. Apa yang ditanam hari ini bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak cucu di masa depan,” ungkapnya.
Kawasan TPU Covid Sei Tamiang sendiri menjadi salah satu lokasi yang memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat Batam. Di lokasi tersebut, banyak korban pandemi Covid-19 dimakamkan pada masa-masa sulit beberapa tahun lalu.
Karena itu, kegiatan penghijauan ini diharapkan mampu mengubah wajah kawasan tersebut menjadi lebih asri dan menumbuhkan pesan optimisme bahwa dari duka dapat tumbuh harapan baru bagi masyarakat.
Aksi penanaman pohon ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir. Selain diikuti jemaat dari berbagai gereja metodis di Batam, kegiatan tersebut turut dihadiri:
Turut ambil bagian pula jemaat dan perwakilan sejumlah gereja di bawah naungan GMI seperti GMI Gloria Batam, GMI Sion, GMI Agape, GMI Anugerah Batam, Grace Methodist Church, GMI Efrata, GMI Maranatha, GMI Ebenhaezer, GMI Haleluyah, hingga organisasi pelayanan distrik seperti P3MI Distrik 6, PWMI Distrik 6, dan P2MI Distrik 6.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat bahwa kolaborasi antara tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan di Kota Batam.