Dua Tersangka Korupsi Keuangan Desa Berindat Mendekap di Rutan Dabo

0
118

IndependenNews.com, Lingga | Dua orang terduga kasus Tindak Pidana korupsi Dana Desa ( DD) dan Anggaran Dana Desa ( ADD) Desa Berindat Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga telah dilakukan penahanan oleh kejari Lingga di rutan Dabosingkep.

“Kedua tersangka tersebut yakni kepala desa Idris (46) dan Dedi (37) bendahara Desa, kepada tersangka sudah dilakukan penahanan sejak tanggal tangg 7 hingga 26 desember 2021 ini,”ungkap Kejari Lingga Paian Tumanggor, Rabu 8 Desember 2021. Dalam koperensi persnyabdi Kantor Kejari Lingga.

Dikatakan Paian Tumanggor, kedua tersangka tersebut melakukan Mar Up belanja barang dan Belanja Fiktip menggunakan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa Berindat dua tahun berturut-turut pada tahun 2018 dan 2019.

“Adapun kerugian negara yang disalahgunakan oknum perangkat desa tersebut, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui anggaran negara yang dirugikan pada 2018 sebesar Rp361.947.003 dan pada 2019 sebesar Rp330.754.290. Total kerugian negara Rp692,701,293,”jelas
Kejari Lingga.

Lanjut Kejari Paian mengatakan, bahwa pengakuan kedua tersangka kepada kejaksaan seperti di dalam BAP hasil dari Dana yang diselewengan digunakan untuk keperluan pribadi dan poya-poya juga membayar hutang mereka yang ada di sana sini.

Atas perbuatan mereka, kini kedua tersangka tetsebut dikenakan dengan Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Paian manambahkan, Pasal 3 menyebutkan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit 50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar. ( juhari)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here