IndependenNews.com, Jakarta | Mantan narapidana teroris (napiter) Khoirul Ikhwan sangat kesal terhadap penceramah kontroversial Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dinilainya kerap mempengaruhi orang lain menjadi radikal lewat materi ceramahnya.
Ketimbang koar-koar, Khoirul Ikhwan lantas menantang UAS melakukan bom bunuh diri agar kelak bisa masuk surga. Khoirul Ikhwan meyakini tantangannya ini tidak akan dipenuhi UAS, penceramah kondang itu. Ia memperdiksi UAS akan ketakutan duluan apabila diminta meledakkan diri dengan iming-iming mati syahid.
“Apa UAS berani pasang bom ledakan diri untuk masuk surga?, saya rasa dia takut,” cetus Khoirul akrab disapa Irul alias Agus dalam Channel Youtube Kaki Gubes dilansir Populis.id Minggu (11/12/2022).
Agus menegaskan, saat ini banyak orang-orang berpaham radikal yang menjadikan ceramah UAS sebagai pegangan termasuk ceramah soal bom bunuh diri di Timur Tengah yang disebutnya sebagai sebuah perbuatan mulia, dimana UAS menentang keras masyarakat yang mengatakan, bom bunuh diri adalah sebuah perbuatan yang hanya bikin mati konyol.
“Meski itu video lama, tapi selalu diingat. Banyak teman-teman yang masih radikal menjadikan video UAS sebagai inspirasi dan sangat berbahaya,” ungkap Agus
Sebagaimana diketahui video ceramah lawas UAS soal bom bunuh diri kembali viral di media sosial setelah terjadi bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat pada tengah pekan lalu.
Bom bunuh diri yang menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya itu dilakukan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Agus Sujatno alias Agus Muslim pada Rabu (7/12/2022) pekan lalu.
Adapun dalam potongan video tersebut, UAS mengutuk keras pihak-pihak yang nyinyir aksi bom bunuh diri dengan menyebut itu adalah kegiatan yang hanya bikin mati konyol, dia lantas menyebut mereka yang tak sepakat dengan hal ini hanyalah antek zionis.
“Adapun orang yang mengejek ini mati konyol, inilah antek-antek zionis Amerika. Orang mati syahid dia katakan mati konyol. Kita pun ikut latah,” ucap UAS dalam tayangan video tersebut.
Video ini memang sudah sempat viral beberapa kali, UAS sendiri telah memberi klarifikasi terkait ceramahnya itu, Dalam video klasifikasinya dia mengatakan, konteks bom bunuh diri yang bicarakan tersebut adalah soal aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh pejuang-pejuang Palestina. Hal ini pun dikatakannya untuk menjawab pertanyaan dari seorang jemaah yang hadir dalam kegiatan ceramahnya itu.
“Saya katakan bahwa jangan katakan itu bom bunuh diri. Tapi katakanlah bahwa itu gerakan mati syahid. Karena saudara kita di Palestina bukan bunuh diri tapi mati syahid. Lalu video itu dipotongnya ketika beberapa saat yang lalu ada meledak bom panci di kampung Melayu, video itu viral,” jelas UAS empat tahun silam.
UAS menegaskan, bahwa konteksnya beda antara di Palestina dengan di luar Palestina.
“Karena nabi membedakan antara non muslim yang di Mekkah dengan yang di Madinah,” tambahnya.(sumber: Populis)