Disnaker Muarabungo Sidak PT Jamika Raya, Karyawan Harapkan Disnaker Pakai Keputusan Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 40/2012.

0
594

IndependenNews.com, Muarabungo — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Muarabungo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) PT. Jamika Raya, Menyusul permasalahan dan tindakan semenamena yang dilakukan Pimpinan Perusahaan Mr Salvarajan kepada bawahannya.  Seluruh Karyawan Berharap Disnaker menggunakan  Keputusan Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 40/2012.

Kehadiran Dinas Tenaga Kerja Muarabungo di Perusahaan Perkebunan itu, menyangkut persoalan yang kerap terjadi ditubuh perusahaan perkebunan yang dipimpin Mr. Selvarajan WNA berkembangsaan Malaysia itu.

Dalam kesempatan itu, Disnaker kabupaten Bungo mewawancarai sejumlah karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut untuk mengambil keterangan tentang Mr. Selvarajan. Senin ( 30/7/18).

Menurut salah seorang sumber yang dipercaya mengatakan bahwa sebelum Disnaker turun untuk sidak ke PT. Jamika Raya, Sekretaris Mr. Selvarajan Hasbi sudah menyiapkan beberapa karyawan yang pro ke Mr. Selvarajan, orang malaysia itu. Sementara karyawan lainnya sama sekali tidak di wawancarai.

” Karyawan yang diwawancai Disnaker adalah karyawan orang yang pro kepada Mr. Selvarajan, kenapa karyawan yang lain tidak ikut di wawancarai.” ungkapnya

Lebih jauh sumber mengatakan, sebelumnua, bahwa terkait permasalahan Mr. Selvarajan, Mardian sebagai humas Incasi Raya Group telah di panggil ke Jambi pada hari Selasa (24/7 ) lalu. untuk di minta keterangan dan Di BAP. Sebagai hasil BAP, Mardian mengatakan, bahwa jabatan Mr. Selvarajan adalah Estate Manajer tapi pakta dilapangan jabatan yang diberi oleh Pihak Incasi Raya Group itu sebagai SEM REGION I jambi.

Menurutnya, ini sudah jelas menyalahi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Padahal, Tenaga kerja asing dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia dan/atau jabatan-jabatan tertentu sesuai keputusan Menteri tenaga kerja dan transmigrasi Nomor 40 tahun 2012 tentang Jabatan-jabatan tertentu yang dilarang diduduki tenaga kerja Asing (“Kepmenakertrans 40/2012”) lebih spesifik lagi menyebutkan jabatan-jabatan apa saja yang dilarang untuk diduduki oleh TKA di Indonesia, seperti
1. Direktur Personalia (Personnel Director); 2. Manajer Hubungan Industrial (Industrial Relation Manager); 3. Manajer Personalia (Human Resource Manager); 4. Supervisor Pengembangan Personalia (Personnel Development Supervisor); 5. Supervisor Perekrutan Personalia (Personnel Recruitment Supervisor); 6. Supervisor Penempatan Personalia (Personnel Placement Supervisor); 7. Supervisor Pembinaan Karir Pegawai (Emlployee Career Development Supervisor); 8. Penata Usaha Personalia (Personnel Declare Administrator); 9. Kepala Eksekutif Kantor (Chief Executive Officer); 10. Ahli Pengembangan Personalia dan Karir (Personnel and Careers Specialist); 11. Spesialis Personalia (Personnel Specialist); 12. Penasehat Karir (Career Advisor); 13. Penasehat Tenaga Kerja (Job Advisor); 14. Pembimbing dan Konseling Jabatan (Job Advisor and Counseling); 15. Perantara Tenaga Kerja (Employee Mediator); 16. Pengadministrasi Pelatihan Pegawai (Job Training Administrator); 17. Pewawancara Pegawai (Job Interviewer); 18. Analis Jabatan (Job Analyst); 19. Penyelenggara Keselamatan Kerja Pegawai (Occupational Safety Specialist).
Pada sidak hari Senin ( 23/7 ) kemarin Mengenai permasalah ini kabib tenagakerja Kabupaten Bungo. Santo Samusir di saat konfirmasi menjelaskan.
“kemarin kita waktu sidak ke PT. Jamika Raya bersama pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jambi untuk menangapi keluhan karyawan terkait arogannya Mr. Selvarajan Tenaga Kerja Asing ( TKA ) terhadap karyawan dan karyawan menceritakan di saat wawancara mereka mengatakan Mr. Selvarajan sangat arogan,” pungkas Kabib Tenagakerja Kabupaten Bungo. Santo Samusir.
Untuk hasil laporan wawancara oleh Depnaker Kabupaten Bungo akan di bawa ke Depnaker Provinsi Jambi. Namun, sayangnya pihak dari perusahaan belum bisa dikonfirmasi. (Dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.