Dinilai Ada Intervensi DPD, Konfercab VII GAMKI Taput Ricuh, Peserta Walk Out

IndependenNews.com, Taput | Konferensi Cabang VII Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesiav (GAMKI) Sabtu (25/6/2022) menggelar pemilihan ketua dan Pengurus DPC GAMKI Kab. Tapanuli Utara (Taput) periode 2022-2025 berlangsung ricuh.

Terpantau, kegiatan yang diadakan di Sopo Partungkoan, Kec.Tarutung, Kab.Taput, Sumut. Dimulai dari pagi sekitar jam 10.00.wib, harus berakhir dengan tidak ada hasil. Kondisi itu ditandai dengan peserta konferensi dari 11 kecamatan yang ada di Kab.Taput walk out pada sekitar pukul 19.00 wib.

Dari keterangan Dompak Hutasoit, Wakil ketua Organisasi dan Keanggotaan (OKK) sekaligus calon ketua DPC GAMKI taput menyebutkan kericuhan disebabkan adanya intervesi kepentingan yang dilakukan oleh DPD GAMKI Provinsi Sumut dalam Konfercab tersebut.

Dompak mencontohkan, terkait dengan Surat Keputusan (SK) DPC yang sengaja dipermasalahkan oleh DPD sepertinya bermaksud mengulur ulur waktu sampai jam 00.00 Wib, padahal masalah SK itu sudah dilaporkan ke DPD Sumut.

“Artinya kesiapan Panitia dalam konfrensi cabang ini sudah matang,bahkan dari DPC sudah melaporkan SK ke DPD Sumatera Utara.
Mereka tidak pernah mengkonfirmasi bahwa SK ini tidak jelas.Namun hari ini,ketika di konfrensi cabang ini mereka soalkan itu. sengaja mereka untuk mengulur ulur waktu,karena kebetulan perpanjangan SK DPC Kab.Taput sampai hari ini.Dan kalau sampai jam 00.00 tidak bisa terselesaikan,maka secara otomatis DPC dan juga di PAC akan krateker”tutur Dompak.

Bahkan selain sengaja mengulur ulur waktu dalam konfrensi cabang ini,Dompak juga mengungkapkan adanya upaya dari DPD Sumut untuk memenangkan salah satu calon ketua GAMKI Taput. Dimana ada oknum DPD yang menjumpai salah satu ketua PAC dan mempengaruhi,untuk mendukung salah satu calon ketua DPC GAMKI Kab.Taput.

“Semalam itu ada oknum DPD atas nama Monang Sinaga menjumpai salah satu ketua PAC GAMKI Kec.Pangaribuan atas nama Perdin Pakpahan dan ketemu di Sipoholon.Dan percakapan mereka disitu, DPD ini mempengaruhi bagaimana supaya mendukung Edi Siburian salah satu calon”ungkap Dompak

Dan dari dasar itulah menurut Dompak, peserta konfrensi cabang ini menilai DPD diduga berlaku tidak netral dalam proses Konfresi cabang.Yang mengakibatkan seluruh peserta walk out dari Konfrensi.

Masih ditempat yang sama,Swangro Lumban Batu sekretaris DPD GAMKI Provinsi Sumut menafikan tuduhan dari peserta Konfercab yang diwakili oleh Dompak Hutasoit. Yang menyebutkan adanya Intervensi dari DPD.Akan tetapi DPD hanya meluruskan bagaimana konstitusi GAMKI di Taput

“Itu tidak benar,malah mereka yang tidak tahan berdebat,tidak tahan memberi khasanah berpikir yang baik dan arif. Kita hanya menyampaikan, bagaimana tiba tiba ada SK.Mana foto pelantikan.??Artinya simpel saja,tunjukkan saja Fotonya. Kalau tidak ada Fotonya, jumpai kita. Jadi seolah olah pimpinan sidang DPC melaga PAC dengan DPD.Jadi kalau dibilang kita menggagalkan,salah besar”papar Swangro.

Terkait dengan tuduhan yang menyebutkan adanya Oknum DPD yang menjumpai salah seorang ketua PAC dan mempengaruhinya untuk memilih salah satu calon ketua GAMKI Taput,Swangro lagi lagi membantah.

“Kalau itu saya tahu tidak ada,saya pastikan itu tidak ada”tegas Swangro Lumban Batu.

Sedangkan masa berlaku SK DPC dan PAC GAMKI Taput yang akan habis, sehingga nantinya jabatan itu akan diisi oleh krateker,Swangro tidak berkomentar banyak. Hanya mengatakan ,hal itu akan didiskusikan di tataran DPD.
(Maju simanungkalit)

You might also like