Dicatut Namanya Dalam Kasus Bansos Covid, Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani Akan Ambil Langkah Hukum

0
115

MAKASSAR – Namanya disebut-sebut masuk dalam daftar kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial covid, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani geram.

Abdul Hayat Gani mengatakan pencatutan namanya dalam dugaan kasus penyelewengan dana Bantuan Sosial Covid adalah merukan upaya merusak nama baiknya.

“Ada pihak yang mencoba merusak nama baik saya dengan menyebut saya terlibat dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Covid-19.”ujar Gani Kepada Media, Jumat (22/1/21)

Menurut Abdul Hayat Gani, apa yang disampaikan mantan Pejabat Dinas Sosial, Kasmin di sidang Majelis Tuntutan Ganti Rugi (MTGR) tak benar.

Karena saat ini Kasmin sudah diambil keterangannya. Bahkan sudah ada berita acara pemeriksaan atau BAP oleh inspektorat. Seharusnya, jika ingin memberikan klarifikasi, Kasmin bicara disana, bukan di media.

“Apa yang disampaikan pak Kasmin itu tidak benar. Itu fitnah yang sangat kejam,” ujarnya

Abdul Hayat mengaku, saat ini berita soal kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Covid-19 yang melibatkan dirinya sudah viral di media sosial.

Sehingga, kata Abdul Hayat, dirinya akan melakukan langkah hukum. “Ini pencemaran nama baik. Hal ini merusak nama baik saya dan pemerintah Provinsi Sulsel. Tak bisa dibiarkan,” ujarnya.

“Untuk itu, saya akan melakukan langkah hukum mengenai masalah ini,” tambahnya.

Seperti diketahui, mantan Pejabat Dinas Sosial, Kasmin selama dua hari, disidang oleh Majelis Tuntutan Ganti Rugi (MTGR) yang dibentuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Untuk dimintai pertanggungjawaban dana Bansos Covid-19 sebesar Rp 1,2 Miliar.

Dalam sidang tersebut, Kasmin ternyata bingung ketika diminta untuk mengembalikan dana sebesar Rp 1,2 Miliar yang diduga diselewengkan tersebut

Usai disidang oleh MTGR ternyata Kasmin malah mencoba mengalihkan isu penyelewengan dana tersebut dengan menyebut ada keterlibatan Sekprov Sulsel. Hal itu diungkapkannya kepada pers.

Menurut Kasmin, keterlibatan Sekprov tersebut telah dia ungkapkan saat sidang MRGR.

Dari konfirmasi yang diberikan Sekprov, pernyataan Kasmin tersebut ternyata bohong.

Selain itu, isu yang dilontarkan oleh Kasmin tersebut sama sekali tak berkaitan dengan soal dana Rp 1,2 M yang dia harus pertanggungjawabkan.

Pernyataan Kasmin tersebut, tampaknya upaya pengalihan isu, untuk mengelak agar dirinya tidak dikejar untuk mengembalikan dana bansos sebesar Ro 1,2 M yang harus dia pertanggungjawabkan.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here