Developer PT. CERAH CAHAYA CEMERLANG, Jual Rumah Tanpa Legalitas, Tipu Konsumen ya?

0
321

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM –Diduga belum memiliki status (legalitas) lahan yang jelas, PT. Cerah Cahaya Cemerlang, tetap mendirikan bangunan Perumahan Pesona, disekitar lahan Kavling Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, Kepulauan Riau.

Selain dugaan belum memiliki status lahan yang jelas, kuat dugaan bahwa developer PT. CCC, juga kekurangan pembiayaan (dana), hal ini terlihat dimana hingga saat ini Perumahan Pesona Sei Lekop, yang sudah dihuni oleh puluhan Kepala Keluarga (Konsumen), belum dapat menikmati fasilitas yang seharusnya menjadi hak dari Konsumen itu sendiri.

Berdasarkan keterangan dari beberapa Konsumen PT.CCC, atau warga Perumahan Pesona Sei Lekop, para konsumen sudah melunasi kewajiban mereka dengan membayar booking fee, hingga uang muka sampai lunas.

Namun meskipun anggsuran uang muka (DP) sudah lunas, tetapi hingga Konsumen menempati rumah, belum dapat menikmati berbagai fasilitas yang seharusnya menjadi hak mereka, seperti air, listrik, dan juga fasilitas jalan.

“Kami sudah lunasi apa yang menjadi kewajiban kami, namun sampai sekarang kami belum dapat menikmati berbagai fasilitas seperti air, listrik, dan juga fasilitas jalan yang seharusnya menjadi hak kami,” ungkap salah seorang Konsumen kepada independennews.com belum lama ini

Konsumen tersebut menambahkan. “Memang baru-baru ini sudah ada sekitar dua puluhan lebih rumah yang dipasang meteran air dari ATB, namun masih banyak juga yang belum terpasang. Sedangkan untuk listrik, kami masih nyambung dari rumah warga yang tinggal di Kavling sekitar. Bahkan untuk fasilitas jalan sampai sekarang belum dibangun,” jelasnya.

Bukan hanya itu, konsumen juga saat itu mengeluhkan perubahan SPPR lama dengan SPPR baru yang dikeluarkan oleh pihak PT.CCC. Dimana menurut Konsumen bahwa isi dari SPPR lama berbeda dengan SPPR baru, dimana SPPR yang baru dinilai sangat memberatkan bagi pihak Konsumen.

“Pada awalnya mereka (Depelover-red) menjanjikan Perumahan ini adalah rumah subsidi. Dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Dimana baik itu SHGB maupun AJB yang ada didalamnya itu dinyatakan gratis terhadap kami, dan tidak ada namanya uang jaminan uang kunci dan juga jaminan kerusakan rumah.

Sementara belakangan ini banyak yang bertolak belakang dengan isi perjanjian sebelumnya, yang mana pihak depeloper menerbitkan beberapa aturan yang berpotensi mengumpulkan dana diluar perjanjian sebelumnya. Hal itu sangat membebankan kami selaku konsumen.

Salah satu Contoh, Kata Konsumen, terbit jaminan uang kunci, baik yang sudah menerima kunci, atau yang belum menerima kunci, akan dikenakan uang jaminan sebesar tiga juta rupiah. Padahal pada perjanjian awal, jaminan uang kunci tidak masuk dalam perjanjian, setelah berjalan mincul beban baru bagi para konsumen,” jelas salah seorang perwakilan konsumen saat itu.

Atas ketidak puasan Konsumen akhirnya belasan perwakilan Konsumen mendatangi kantor PT.CCC yang berada dibilangan komplek Pertokoan Nagoya, Jumat (13/03/2020) kemarin.

Pantauan independennews.com dikantor PT.CCC, para konsumen menyampaikan tuntutan kepada pihak PT.CCC.

Salah satu Warga yang menghuni perumahan Pesona Sei Lekop Blok C. Kepada pihak PT.CCC, mempertanyakan bagaimana dengan mereka yang tinggal di Blok C, yang mana status lahan perumahan tersebut belum jelas.

“Kalau untuk yang Blok C itu sendiri bagaimana Pak? ‘Kan izinnya belum ada, ini mau dikembalikan duit kami atau bagaimana Pak,” katanya bertanya

Mendapati pertanyaan dari salah seorang warga yang tinggal di Blok C tersebut, Pimpinan dari PT.CCC berjanji akan mengembalikan seratus persen uang Konsumen yang membeli Perumhan Pesona Sei Lekop bagian Blok C tersebut.

“Kamu sudah ambil Blok C? Ok, untuk yang Blok C izinnya gak selesai itu gimana? Kalau izinnya gak selesai, kamu gak mau pindah, kami akan kembalikan uangnya seratus persen, tanpa potongan apapun,” jawab pimpinan PT.CCC.

Mendapat jawaban demikian, dari pimpinan PT.CCC, Konsumen tersebut meminta supaya dibuatkan surat perjanjian tertulis bermetrai. Namun oleh pihak PT.CCC, permintaan konsumen tersebut ditolak.

“Bapak keberatan mundur saja, gak perlu pakai-pakai surat,” jawab salah satu perwakilan pihak PT.CCC lainnya, menaggapi ketidak jelasan legalitas perumahan yang disampaikan konsumen.(LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.