Bupati Surya Hadiri Kunjungan Presiden Jokowi di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara

0
58
Foto : Bupati Asahan Surya bersama Presiden RI Jokowi dalam kunjungannya di Sumatera

INDEPENDENNEWS.COM, Asahan | Bupati Asahan H.Surya, menghadiri kunjungan kerja dan mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Kota Medan. Acara ini dihadiri oleh seluruh Forkopimda Provsu dan Bupati/Walikota se-Sumatera Utara, Kamis (16/09/2021).

Presiden Jokowi meminta Gubsu Edy Rahmayadi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19. Presiden ingin stok vaksin di daerah tidak lama berada digudang penyimpanan.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat rapat bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan Forkopimda se-Sumut. Jokowi ingin tidak ada stok vaksin disetiap daerah sehingga percepatan vaksin terlaksana.

“Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai ada stok di daerah, vaksin datang suntikan ke masyarakat, habis minta ke Gubernur. Sekarang stok vaksin kita ada, walau diawal kita sempat kesulitan mendapat vaksin karena negara yang membuat mengutamakan masyarakatnya lebih dulu,” jelas Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se-Sumut, Kamis (16/9).

Capaian vaksinasi Sumut secara keseluruhan mencapai 25,7% untuk dosis pertama dan 15,9% dosis kedua, bahkan untuk dosis ketiga mencapai 47,4%. Jokowi mengapresiasi kinerja Sumut dalam vaksinasi, namun menurutnya masih perlu peningkatan agar target cepat tercapai.

“26% untuk yang umum dan 24% untuk lansia, saya apresiasi kerja keras bapak/ibu sekalian, tetapi kita masih perlu mengejar target kita karena masih jauh dari target. Ini butuh kerja sama dengan semua pihak, Forkopimda, tokoh agama, masyarakat,” terang Jokowi.

Gubernur Sumatera Edy mengatakan akan terus berupaya untuk meningkatkan vaksinasi ke masyarakat dengan mempercepat vaksinasi akan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak Covid-19, walau begitu, dia mengingatkan Prokes tetap hal utama dalam melawan Covid-19.

“Kita terus dorong vaksinasi sampai ke kabupaten/kota tetapi, vaksinasi bukan jadi alasan kita mengabaikan prokes, Prokes tetap yang utama untuk saat ini,” terang Edy Rahmayadi.

Meningkatnya vaksinasi di Sumut berdampak pada angka kematian penderita Covid-19 angka kematian Sumut 2,6% dari jumlah terkonfirmasi positif, lebih rendah dari nasional (3,24%) begitu juga dengan angka kesembuhan yang mencapai 93,3% dari sebelumnya 62,8%.

“Selain karena disiplin Prokes ini juga karena kita terus meningkatkan vaksinasi tetapi, jangan lengah dan kemudian abai akan Prokes, tetapi disiplin Prokes dan tetap perkuat 3T,” tambah Edy Rahmayadi.

Sementara itu Panglima TNI Hadi Tjahjanjto mengatakan Sumut perlu mengurangi kesenjangan perolehan vaksin di 33 Kabupaten/kota dengan begitu masyarakat Sumut khususnya akan lebih terlindungi dari Covid-19.

“Tidak bisa kita fokuskan hanya di satu daerah saja, penanganan covid-19 akan tetap sulit bila daerah disekitarnya masih tinggi penyebarannya, perlu merata jadi, jangan biarkan adanya gap jumlah vaksin yang besar di 33 kabupaten/kota,” tutup Panglima TNI.

Trakhit turut hadir pada acara pengarahan Presiden RI kepada Forkopimda se-Sumut Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, Wakil Gubsu Musa Rajekshah, serta rombongan kepresidenan hadir juga Bupati dan Walikota serta unsur Forkopimda baik secara virtual dan juga fisik di Aula Tengku Rizal Nurdin.(SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here