Independennews.com | Batam – Batam, 11 Juli 2025 – Badan Pengusahaan (BP) Batam menetapkan transformasi tata kelola perizinan sebagai prioritas utama guna memperkuat pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.
Kebijakan ini menjadi strategi utama Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif di kawasan Batam.
“Kemudahan perizinan merupakan langkah strategis agar Batam mampu bersaing dengan Singapura dan Malaysia. Kami ingin proses perizinan yang sederhana dan efisien memberikan rasa aman dan nyaman bagi para investor,” ujar Amsakar, Jumat (11/7/2025).
Amsakar menegaskan, transformasi sistem perizinan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong agar pengelolaan investasi di Batam berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan regulasi dari pemerintah pusat pun hadir melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 dan Nomor 28 Tahun 2025, yang menjadi landasan hukum baru dalam memperkuat kepastian berusaha dan menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah demi menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, BP Batam kini tengah menyusun berbagai aturan pelaksana, seperti Peraturan Kepala (Perka), SOP, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), Petunjuk Teknis (Juknis), hingga mekanisme teknis lainnya.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan adanya kejelasan dan ketepatan waktu dalam penerapan kebijakan, sehingga tidak membingungkan atau merugikan pelaku usaha. Selain itu, implementasi dan pengawasan kebijakan akan menjadi lebih efektif, sederhana, dan terstruktur.
“Optimalisasi perizinan adalah pesan langsung dari Presiden agar pertumbuhan ekonomi Batam semakin dipercepat,” tambah Amsakar.
Saat ini, Batam terus tumbuh dan mengukuhkan posisinya sebagai kawasan investasi strategis di Indonesia, didukung oleh infrastruktur modern, letak geografis yang menguntungkan, dan berbagai kemudahan berusaha.
Untuk merealisasikan visi tersebut, BP Batam mendorong kolaborasi lintas sektor serta sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan energi kolektif agar semua rencana ini dapat terealisasi dengan baik,” tutup Amsakar. (*)