IndependenNews.com, Lhokmseumawe | Baitul Mal Aceh Utara menggandeng lembaga bantuan hukum ( LBH ) APIK Aceh, melihat kondisi masyarakat sekaligus megantar langsung bantuan kepada mayarakat yang selama ini mendapat bantuan hukum oleh tim P2TP2A cut Mutia Aceh Utara.
Pusat layanan terpadu perlindungan perempuan dan anak (P2TP2A) Cut Mutia Aceh Utara yang diketuai oleh Eliyati S.Pd saat di konfirmasi oleh para media yang hadir dalam rombogan menjelaskan bahwa anak yang masih dalam perlidungan hukum itu kondisinya sangat memprihatinkan.
“Untuk membantu masyarakat korban tersebut. Kami P2TP2A cut Mutia Aceh Utara perlu mengandeng beberapa lembaga dan donatur guna membatu meringankan beban mereka, yang mana saat ini kondisinya sangat menyayat hati. Diantara mereka ada dalam kondisi dibawah garis kemiskinan, bahkan dalam kondisi disabilitas sebagai korban kekerasan baik dari tetangga dan keluarganya sendiri,”ujar Eliyati
P2TA2A sebagai pusat layanan pemerintah dibawah Dinas Sosial, P3A Aceh Utara, Kata Eliyati, dalam menjalankan mandat dan perannya dalam upaya penanganan perempuan dan anak korbn kekerasan sangat minim.
“Kami merasakan betapa minimnya ukungan dari sisi anggaran maupun fasilitas pendukung lainnya,”ujarnya
Hal senada disampaikan, Roslina Rasyid mewakili LBH APIK Aceh dalam kesempatan yang sama usai melihat kondisi masyarakat korban kekerasan itu mengakui bahwa kondisi para korban kekerasan itu saat ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan.
Hal tersebut terjadi, kata Roslina Rasyid, karena lemahnya dukungan dari pemerintah daerah dalam penanganan perempuan dan anak korban kekerasan seksual, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas hidup korban, baik secara medis, psikologis dan pemberdayaan yang belum memadai.
“Derita korban belum berakhir dengan dihukumnya pelaku, namun korban harus menghadapi masa depan suram apabila diabaikan begitu saja atau tanpa dukungan moril dari pemerintah daerah. Kepedulian yang didengungkan ternyata belum bisa menyentuh para korban baik secara fisik, psikologis dan keterbatasan ekonomi,”ujarnya
Kepala Baitul Mal Aceh Utara Tgk. Yusradi Ismail SE melalui Kepala Sekretariatnya Zulfikar Z, S.Pd, MT saat di konfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya juga merasa sangat prihatin terhadap kondisi masyarakat terutama bagi para korban kekerasan fisik dan sexual.
Oleh karena itu, pihaknya melahirkan program bantuan untuk para korban tersebut. Alhamdulillah saat ini sudah ada LSM APIK di Aceh Utara yang telah konsen membantu para korban tersebut.
“Kami melakukan kerjasama untuk menyalurkan dana zakat kepada para mustahik yang menjadi korban, dalam bentuk uang, barang dan pendampingan. Kepada para muzakki kami ucapkan terimakasih atas kepercayaannya menyalurkan zakatnya ke Baitulmal Aceh Utara dan insyaAllah zakatnya telah kami salurkan kepada orang orang yang layak dan berhak menerimanya. Kami berharap kepada masyarakat hartawan dan pengusaha yang hartanya telah mencapai nisap zakat agar membayarkannya kepada kami. karena kita sangat membutuhkan banyak dana untuk membantu masyarakat fakir miskin di wilayah kita.(dar)