Independennews.com | Pemalang – Di dalam perjuangan mewujudkan ketahanan pangan nasional, petan TNI dalam mendampingi petani semakin krusial. Serka Arbadi, Babinsa Koramil 02 Taman, Kodil 07/11 Pemalang, membuktikan dedikasi tanpa batas dengan turun langsung ke sawah, memastikan serapan gabah, berjalan lancar, harga tetap stabil, dan kesejahteraan petani terjamin.
Pada Kamis (13/3/2025), Serka Arbadi petani setempat Toni di Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Dari lahan Seluas 3/4 Hektare, proses serapan gabah berasil menghasilkan 3.526 kilogram gabah kering panen (GKP) pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendampingan, Babinsa tidak hanya berdampak pada produksi pertanian, tetapi juga pada kesejahteraan petani.
Flukuasi harga gabah menjadi tantangan besar bagi petani. Tanpa perlindungan yang memadahi, mereka sering kali menjual hasil panennya dengan harga yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu pendampingan Babinsa bertujuan memastikan harga tetap stabil agar petani tidak mengalami kerugian akibat permainan pasar.
Saat ini, Bulog menetapkan harga Rp6.500 per kilogram untuk GKP, sebagai upaya melindungi petani dari tekanan harga yang tidak stabil. Dengan pendampingan yang insentif petani tidak hanya mendapatkan harga yang layak tetapi juga terlindungi dari tengkulak yang sering menawarkan harga di bawah standar.
Lebih dalam menjaga harga, Babinsa juga berperan dalam meningkatkan produktivitas petani melalui strategi:
●Teknik Panen yang lebih efektif, memastikan gabah yang di panen dalam kondisi terbaik dalam hasil maksimal.
●Menggunakan alat pertanian modern, meningkatkan afisiensi dan kualitas hasil panen.
●Distribusi hasil panen yang lebih terarah, memastikan gabah sampai ke Bulog dengan harga terbaik.
Pendampingan ini tidak hanya tergantung pada petani dan Babinsa, tetapi juga pada kolaborasi berbagai pihak. TNI, Bulog, Pemerintah daerah, serta sektor swasta memiliki peran penting dalam menciptakan pertanian yang kuat dan berkelanjutan.
Pendekatan holistik seperti ini, menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan setiap hektare lahan pertanian dapat memanfaatkan secara maksimal, tidak hanya demi kesejahteraan petani tetapi juga dalam rangka mendukung kebutuhan pangan nasional.
Dengan pendampingan yang terus dilakukan, diharapkan petani semakin madiri, produktivitas meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat. Ketika pangan terjaga, masa depan bangsa pun semakin kuat. (S Febri/Al).