Aksi Unjuk Rasa Dipukul Mundur Aparat Kepolisian

0
66

INDEPENDENNEWS.COM, JAKARTA — Aksi unjuk rasa sejak siang, pada Selasa (22/5) siang di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di Jalan MH Thamrin, berlangsung hingga pagi dini hari, Rabu (23/5/19) Kepolisian berusaha membubarkan massa melalui negoisasi secara persuasif, namun para pengunjuk rasa tetap bertahan bahkan melakukan perlawanan kepada Aparat. Sehingga aparat kepolisian memukul mundur massa dengan menekkan gas air mata.

Berdasarkan informasi yang dihimpum dari sejumlah media, aparat kepolisian melalui pengeras suara meminta para pengunjuk rasa untuk membubarkan diri, namun massa tetap bertahan didepan titik unjuk rasa didepan Kantor Bawaslu. Tak mau membubarkan diri, massa melakukan perlawanan dengan melempari aparat kepolisian dengan benda benda keras, yang kemudian dibalas dengan menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa.

Gabungan Aparat kepolisian dari kesatuan Brimob membubarkan sejumlah kelompok massa dengan menembakkan gas air mata kearah para pengunjuk rasa. Tembakan pertama penghalau massa terjadi sekitar pukul 22.30 WIB dan mengamankan salah seorang pengunjuk rasa yang diduga sebagai provokasi.

Sempat terhenti, upaya negoisasi yang dilakukan wakapolres Jakarta Pusat guna meminta para pengunjuk rasa membubarkan diri tidak berhasil hingga jam menunjukkan pukul 00.00 WIB, Para pengunjuk rasa terus bertahan hingga aparat kepolisian memukul mundur para pengunjuk rasa dengan menembakkan gas air mata. Meskipun demikian massa terus melakukan perlawanan kepada aparat kepolisian.

Uapaya Negoisasi yang dilakukan aparat kepolisian untuk meminta para pengunjuk rasa membubarkan diri, mengalami kebuntuan, bahkan para pengunjuk rasa melakukan perlawanan dengan melempari aparat dengan benda botol kaca, batu dan petasan.

Untuk membubarkan massa, aparat memukul mundur massa dengan menembakkan gas air mata kearah para pengunjuk rasa. Massa dipukul mundur hingga ke jalan Wahid Hasim atau kebun kacang.

Aparat kepolisian memukul mundur massa hingga sampai ke jalan wahid Hasim, tanah abang dan jalan Sabang. Aparat kepolisian terus merapatkan barisan untuk mengamankan kantor Bawaslu.

Upaya aparat untuk meminta agar massa membubarkan diri melalui pengeras suara tidak diindahkan, hingga jam menunjukkan pukul 02.52 WIB, meskipun berulang kali massa diminta membubarkan diri, massa di pasar tanah abang terus melakukan perlawanan, sehingga aparat kepolisian terus menembakkan gas air mata kepada kerumunan massa, untuk membubarkan massa. (red/in)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.