Akibat Pasien Covid-19 Rumah Sakit di Brasil Krisis Daya Tampung

0
223
Foto : Ilustrasi

 

INDEPENDENNEWS.COM, BRAZIL – Sebuah lembaga yang berada di Rio de Janeiro mengatakan lebih dari 80 persen fasilitas tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) digunakan utuk menangani Covid -19 di 25 dari 27 negara bagian di brasil.

Sebanyak 1.972 korban jiwa tercatat pada selasa (2/3/2021) yang merupakan rekor terbaru jumlah korban akibat Covid – 19.

Brasil merupakan Negara dengan jumlah kematian tertinggi kedua di dunia setelah AS dan dengan khasus tertinggi ketiga di dunia dengan 266.000 kematian dan 11 juta kasus sejak pandemi dimulai.

Menurut Fiocruz, 15 ibu kota negara bagian memiliki ICU dengan kapasitas lebih dari 90% termasuk Rio de Janeiro, Brasilia, dan São Paulo.

Namun dua kota yaitu Porto Alegre dan Campo Grande telah melebihi kapasitas penampungan ICU akibat jumlah pasien yang terus meningkat.

Menurut para ahli yang dilansir dari surat kabar Valor Economic bahwa kematian akan segera melampaui 2.000 orang sehari dan mereka memperingatkan agar pemerintah segera melawan virus dengan cara melakukan lockdown, vaksinasi massal dan mengigatkan masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

Pada hari Selasa, negara itu juga mencatat lebih dari 70.000 kasus, meningkat 38% dari minggu lalu, menurut media lokal.

Kenaikan baru-baru ini dikaitkan dengan penyebaran virus varian baru yang sangat menular dan diduga berasal dari kota Manaus di Amazon.

Akan tetapi Presiden Jair Bolsonaro terus meremehkan ancaman yang ditimbulkan oleh virus

“Berapa lama Anda akan terus menangis tentang hal itu? Berapa lama lagi Anda akan tinggal di rumah dan menutup semuanya? Tidak ada yang tahan lagi. Kami menyesali kematian, sekali lagi, tapi kami butuh sebuah solusi.” Ujar Beliau dalam sebuah acara.

Sejumlah tindakan karantina yang dijalankan gubernur regional ditentang oleh Bolsonaro, dengan alasan bahwa kerusakan tambahan pada ekonomi akan lebih buruk daripada efek virus itu sendiri.(sumber :BBC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here