independennews.com | Ungaran — Sebuah bus antarkota jurusan Solo–Semarang tergelincir akibat fenomena aquaplaning saat melintasi jalan menurun di kawasan Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (6/5/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun badan bus sempat menutup sebagian jalur utama sehingga menyebabkan kemacetan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani STK, SIK, CPHR, mengatakan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat kondisi hujan sedang mengguyur wilayah tersebut. Bus jenis Hino dengan nomor polisi H 7041 OB yang dikemudikan oleh Dwi (63), warga Tangerang, membawa sekitar 10 penumpang.
“Seluruh penumpang dan kru bus selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Lingga kepada wartawan.
Kanit Lantas Polsek Ambarawa, Ipda Y. Dimas SH, MH, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi di turunan depan gudang Dolog Bawen. Bus yang melaju di lajur kanan tergelincir karena jalan licin dan pengemudi terpaksa membanting setir ke kiri untuk menghindari potensi korban jiwa. Akibatnya, bus terperosok ke parit di sisi jalan.
Proses evakuasi kendaraan memerlukan waktu sekitar dua jam. Petugas mengerahkan dua unit derek guna menarik badan bus yang sebagian masuk ke parit. Karena posisi bus sempat melintang dan menutup jalur dari arah Bawen ke Semarang, rekayasa lalu lintas berupa contra flow diterapkan dari depan Holtimart hingga area pabrik Apac Inti.
“Mengingat ada pembatas jalan dan bus menutup jalur, kami alihkan arus lalu lintas dengan sistem contra flow,” ujar Dimas.
Hingga pukul 17.00 WIB, badan bus berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas mulai kembali normal. Penumpang yang sempat tertahan sudah dipindahkan ke armada bus lain untuk melanjutkan perjalanan.
Polres Semarang mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat hujan, serta tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi menghindari kecelakaan, terutama di jalan menurun dan licin.(Dwi Saptono)