Pemuda Tambangan Turun Tangan Tambal Jalan Rusak – Sindiran Pedas Hantam Pemkab Tanah Datar, Publik Rindu Era Shadiq Pasadigoe

Independennews.com | Tanah Datar – Saat pemerintah daerah masih sibuk dengan janji manis dan agenda politik, pemuda serta tokoh masyarakat Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, justru memilih bergerak nyata. Dengan dana hasil patungan, mereka membeli material dan menambal jalan kabupaten yang sudah lama rusak parah.

Aksi sederhana namun sarat makna ini sontak menuai perhatian publik. Video dan foto yang diunggah akun Ujang Maya pada Selasa (17/9) memantik ribuan reaksi di media sosial. Tagar bernada kritik bertebaran, komentar pedas pun membanjiri linimasa. Semua mengarah pada Pemkab Tanah Datar, khususnya Bupati Eka Putra, SE, MM dan anggota DPRD, yang dianggap lebih aktif menjelang pemilu dibanding saat melayani rakyat.

“Kalau menunggu pemerintah, entah kapan diperbaiki. Kami bergerak sendiri demi keselamatan orang banyak,” ungkap seorang pemuda dengan nada kecewa.


Kritik Keras untuk Bupati & DPRD

Netizen tak segan melontarkan sindiran tajam terkait lambannya Pemkab menangani kerusakan jalan.

“Pak Bupati, jalan kabupaten hampir di setiap kecamatan rusak parah. Jangan tunggu mendekati Pemilu baru diperbaiki. Masyarakat butuh perhatian sekarang, bukan janji,” tulis Ujang Maya.


Komentar lain bahkan lebih pedas:

“Jangan harap sama bupati. Kalau jalan di Lintau, cepat diperbaiki. Begitulah, karena bupati gadang s****,”* tulis seorang warganet yang viral di kolom komentar.


Rindu Era Shadiq Pasadigoe

Tak sedikit masyarakat membandingkan kondisi sekarang dengan masa kepemimpinan Bupati terdahulu, M. Shadiq Pasadigoe. Pada masa itu, jalan kabupaten dinilai lebih terawat, pembangunan terasa nyata, dan respons pemerintah lebih cepat.

“Sekarang? Memperbaiki saja lamban, seolah tak ada niat,” keluh seorang warga Tambangan.


Pesan Tegas dari Warga

Gotong royong pemuda Tambangan bukan hanya sekadar menambal jalan berlubang, melainkan teriakan keras rakyat yang merasa diabaikan. Aksi itu menjadi simbol bahwa masyarakat mampu bergerak sendiri, tetapi sampai kapan pemerintah berpura-pura tidak tahu?

Jika suara rakyat terus diabaikan, bukan mustahil kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin terkikis. Tambangan sudah bersuara, kini giliran Pemkab Tanah Datar yang harus menjawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji politik.

(Dion)

You might also like