Independennews.com | Demak – Dentuman gong yang dipukul Bupati Demak, Eisti’anah, di halaman SMP Negeri 3 Mranggen, Rabu (3/9), menandai dimulainya Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) ke-13 tingkat SMP se-Kabupaten Demak. Riuh tepuk tangan ratusan siswa menegaskan, acara ini bukan sekadar lomba, tetapi juga perayaan nilai-nilai Islami di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah menegaskan MAPSI adalah ruang pembinaan karakter Islami sekaligus ajang silaturahmi antarpelajar. “MAPSI harus menumbuhkan semangat religius, melahirkan generasi penerus yang berkualitas, dan mengharumkan nama Demak,” ujarnya.
Pembukaan berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Hasim Ashari, lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila oleh Bupati, doa oleh Sofwan, hingga tarian Zapin siswa OSIS SMPN 3 Mranggen yang menambah kemeriahan.
Hadir dalam acara tersebut Kadisdikbud Demak Haris Wahyudi Ridwan, Kepala Kemenag Demak Taufikurahman, Kepala SMPN 3 Mranggen Nur Kandi, serta para kepala sekolah SMP se-Kabupaten Demak. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh pemerintah daerah dan dunia pendidikan terhadap ajang tahunan ini.
Kadisdikbud Haris Wahyudi menyebut MAPSI sebagai sarana pembentukan karakter sekaligus seleksi menuju tingkat provinsi. “Ini bukan hanya lomba, tetapi pembekalan agar anak-anak tumbuh dengan nilai Islami dan prestasi membanggakan,” katanya.
Senada, Kepala Kemenag Demak, Taufikurahman, menilai MAPSI sebagai tolok ukur keberhasilan Pendidikan Agama Islam di sekolah. “MAPSI membangun percaya diri sekaligus memperkuat kepribadian Islami remaja. Semoga kegiatan ini menjaga Demak tetap kondusif, sejuk, dan damai,” ucapnya.
MAPSI ke-13 memperlombakan berbagai cabang, mulai tilawah, tahfidz, kaligrafi, pidato Islami hingga seni Islami lainnya. Para juara nantinya akan mewakili Demak di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Lebih dari sekadar kompetisi, MAPSI menjadi komitmen Pemkab Demak mencetak generasi muda berprestasi dan berkarakter Islami. Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan ini hadir sebagai jangkar moral sekaligus ruang ekspresi kreatif pelajar. (Ganang)