Sambangi Posko Donasi, Kapten Cba Sutiono Diskusi Hangat Bersama Aliansi Jaga Kondusifitas

Pemalang, Jawa Tengah – Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan penggalangan donasi, Komandan Koramil 01/Pemalang Kodim 0711/Pemalang, Kapten Cba Sutiono, turun langsung melakukan pemantauan ke Posko Donasi Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu (AMPEPE) yang berlokasi di depan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pemalang, tepatnya di sisi timur pintu masuk Kota Pemalang.

Pada Rabu malam, 27 Agustus 2025 sekitar pukul 20.00 WIB, Danramil yang akrab disapa Ndan Acong itu berdialog langsung dengan para relawan dan koordinator posko. Dalam kunjungannya, ia menghimbau agar kegiatan tetap berjalan tertib, aman, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

“Kami dari Koramil 01/Pemalang hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif serta aman, baik bagi para relawan maupun masyarakat yang ingin menyalurkan donasi. Kami menghimbau adik-adik untuk menjaga ketertiban umum dan tidak mudah terhasut provokasi,” tegas Ndan Acong.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa selama kegiatan tersebut positif dan dalam koridor menyuarakan aspirasi masyarakat, TNI siap mendukung upaya menjaga keamanan bersama, termasuk menjamin kelancaran roda pemerintahan Kabupaten Pemalang.

Kehadiran Danramil disambut langsung oleh Hamu Fauzi, selaku Panglima Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu, dan Andi Rahmat Prasetya, Dewan Penasehat AMPEPE. Turut mendampingi Danramil dalam kegiatan ini adalah Serka Endi, anggota Koramil 01.

Aliansi Akan Gelar Aksi, Tuntut Pemerintah Dengarkan Rakyat

Sebagai bagian dari rangkaian advokasi, Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu dijadwalkan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pemalang, pada Kamis, 4 September 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi ini dimaksudkan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan dan keresahan masyarakat terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Pemalang yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Aliansi menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan dalam semangat damai dan konstitusional, namun tetap membawa substansi tuntutan yang tegas sebagai berikut:

Pembangunan Tidak Berkeadilan
Pemerintah daerah dinilai lebih mengutamakan proyek-proyek infrastruktur yang diduga sarat kepentingan pribadi dan fee proyek, sementara kondisi jalan desa, kawasan pesisir, dan wilayah terdampak rob diabaikan. Pembangunan tidak dilandasi kajian matang seperti public hearing atau feasibility study, serta dinilai bertentangan dengan visi-misi awal Bupati.

Mark-up Pengadaan Seragam Sekolah
Proyek senilai Rp4,6 miliar untuk seragam SD dan SMP dengan total 4.950 siswa dinilai tidak transparan dan terindikasi mark-up besar-besaran.

Pungli Terhadap Guru
Bupati dituding memaksa seluruh guru untuk membayar Rp200.000 guna membiayai kegiatan yang dinilai tidak mendesak.

Bupati Antikritik dan Menindas Kalangan Lemah
Bupati disebut hanya berani menekan tenaga pendidik, tetapi tidak berani melawan DPRD meskipun tunjangan perumahan mereka naik lewat Perbup.

Gaya Hidup Mewah Gunakan Uang Negara
Dugaan penyalahgunaan APBD untuk pembiayaan rapat dan perjalanan dinas ke luar daerah seperti Bandung dan Karimun Jawa.


Dengan adanya pemantauan langsung dari pihak TNI melalui Danramil 01/Pemalang, diharapkan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengarah pada disinformasi atau tindakan provokatif. Danramil juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas sosial dan politik, demi kepentingan bersama.

“Kita jaga suasana tetap kondusif. Sampaikan aspirasi secara elegan dan damai. TNI dan Polri akan netral serta menjamin keamanan semua pihak,” pungkas Kapten Sutiono.


(AL ASESEGAF)

You might also like