SDN 04 Kebondalem Santuni Anak Yatim dan Piatu di Bulan Muharam 2025

Independennews.com | Pemalang – Suasana haru menyelimuti SDN 04 Kebondalem, Kecamatan Pemalang, pada Kamis (24/7/2025). Bukan karena upacara seremonial atau perlombaan meriah, melainkan karena kegiatan santunan bagi anak-anak yatim dan piatu yang digelar secara hangat dan penuh keikhlasan—sebuah tradisi tahunan sekolah setiap bulan Muharam sebagai wujud kepedulian dan cinta yang tumbuh bersama.

Sebanyak 18 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya, menerima santunan. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan guru dan staf sekolah, tetapi juga wali murid dan seluruh keluarga besar sekolah. Dana santunan berasal dari donasi sukarela yang dikumpulkan secara kolektif, tanpa paksaan, dan tanpa pamrih.

Santunan yang diberikan bukan hanya berupa materi, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam bahwa kehilangan tidak berarti sendiri. Sekolah hadir bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang aman yang membangun kehangatan, perhatian, dan rasa kekeluargaan.

“Kami ingin mereka merasa bahwa meskipun orang tuanya telah tiada, mereka tetap memiliki keluarga di sini,” ujar salah satu guru penggerak kegiatan, yang enggan disebutkan namanya.

Kegiatan berlangsung di halaman sekolah yang dihias secara sederhana, namun memberikan kesan syahdu. Bulan Muharam dipilih sebagai waktu pelaksanaan, karena dalam tradisi lokal, bulan ini dianggap sebagai momentum terbaik untuk berbagi dan menyentuh hati mereka yang tengah diuji kehidupan.

Tanpa panggung megah atau protokol kaku, para siswa duduk bersama para guru, menyantap hidangan ringan, menerima santunan, dan saling berbagi senyuman tulus. Tidak ada rasa kasihan—yang ada hanyalah penghormatan terhadap ketangguhan mereka.

Melalui kegiatan ini, sekolah menciptakan ruang aman bagi siswa yang berduka. Mereka tidak dipisahkan atau diistimewakan, tetapi juga tidak dibiarkan merasa berbeda. Justru, mereka dipeluk oleh kehangatan sosial yang nyata. Bagi komunitas sekolah, ini adalah cara sederhana namun bermakna untuk menanamkan nilai empati dan karakter mulia sejak dini.

Tradisi santunan setiap Muharam ini telah menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan dapat ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. Di SDN 04 Kebondalem, kepedulian tidak hanya menjadi slogan, melainkan telah menjadi budaya hidup yang tumbuh dan diwariskan.
(S. Febriansyah) editor : gusman

You might also like