independennews.com | Demak — Serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Demak berlangsung di Pendopo Satya Bhakti Praja, Jumat (2/5), diwarnai suasana khidmat dan penghargaan. Jabatan yang sebelumnya diemban Hj. Khodijah Ali Makhsun resmi berpindah tangan kepada Ketua TP PKK terlantik, Muh. Zaky Ma’ardi, untuk masa bakti 2025–2030.
Prosesi diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, disaksikan langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah, selaku Ketua Pembina TP PKK Kabupaten Demak. Momentum itu sekaligus menjadi saksi beralihnya estafet kepemimpinan gerakan pemberdayaan keluarga di Demak.
Tak hanya itu, pelantikan anggota TP PKK Kabupaten Demak yang baru juga dilaksanakan dalam kesempatan yang sama. Sebanyak 31 orang resmi dilantik, berbarengan dengan 38 anggota Tim Pembina Posyandu yang turut disahkan.
Saling tukar cendera mata menandai penyerahan buku memori pertanggungjawaban dari Ketua TP PKK lama kepada penerusnya, serta kepada Bupati Demak. Bentuk penghargaan atas dedikasi disampaikan Khodijah Ali Makhsun kepada Bupati Eisti’anah dan sebaliknya dari Zaky Ma’ardi kepada Khodijah.
Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah menyampaikan apresiasi tinggi kepada Khodijah atas peran strategisnya dalam menggerakkan organisasi PKK di tingkat kabupaten. “Maturnuwun sudah turut bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Demak untuk mewujudkan Demak Bermartabat, Maju, dan Sejahtera,” ujar Eisti’anah.
Kepada Ketua TP PKK yang baru, Bupati menegaskan bahwa jabatan tersebut adalah amanah besar. Ia berharap Zaky mampu membawa PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memberdayakan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Eisti’anah juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam bidang kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, serta promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Ia menyebut PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak pembangunan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Program kerja PKK harus tetap mengacu pada 10 program pokok, namun adaptif terhadap kebutuhan dan tantangan lokal,” tegasnya.(Dwi Saptono)