independennews.com | Kendal – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turun langsung menemui warga dari empat desa yang terdampak aktivitas stockpile batu bara di wilayah mereka. Kunjungan tersebut dilakukan pada Minggu (13/4) sebagai respons atas aksi warga yang menyuarakan keresahan dengan cara bersih-bersih jalan dan lingkungan sebagai bentuk protes damai.
Warga dari Desa Bumiayu, Sumberagung, Penyangkringan, dan Nawangsari menyampaikan keluhan mereka terkait dampak negatif stockpile, seperti kerusakan infrastruktur, polusi debu, hingga gangguan kesehatan.
“Sudah empat tahun kami hidup dengan jalan rusak, debu di mana-mana, dan makin banyak warga kena ISPA. Dagangan juga jadi sepi karena kotor,” ujar Alex Susanto, koordinator aksi dari Desa Bumiayu.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Dyah menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti aduan warga dengan membentuk tim kajian guna menelusuri akar permasalahan secara menyeluruh.
“Kami akan membentuk tim kajian independen untuk mengevaluasi dampak stockpile ini. Keputusan nanti harus adil dan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan masyarakat,” tegas Dyah dalam pertemuan tersebut.
Ia juga memastikan proses kajian akan berjalan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan warga, akademisi, dan lembaga teknis.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, menyampaikan apresiasi terhadap sikap warga yang memilih menyuarakan protes secara damai.
“Kami menghargai aksi keprihatinan warga yang memilih membersihkan jalan dan menambal kerusakan, bukan melakukan demonstrasi anarkis. Ini bentuk kedewasaan berdemokrasi yang patut dicontoh,” ujarnya.
Warga berharap langkah konkret dari pemerintah ini segera membuahkan hasil agar kehidupan mereka kembali normal tanpa gangguan dari aktivitas stockpile yang selama ini menjadi sumber keresahan.(Dwi Saptono)