IndependenNews.com | Banyuwangi – Sebagai peraih kursi terbanyak kedua dengan raihan 18 persen dari total kursi, PKB dapat 10 kursi di DPRD Banyuwangi. Namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak mendapatkan posisi strategis dalam susunan AKD yang telah di sepakati oleh mayoritas anggota dewan.
“Oleh karena itu, kami fraksi PKB menyatakan sikap untuk menjadi kolega kritis konstruktif di internal DPRD Banyuwangi,” kata ketua fraksi PKB, Arvy Rizaldi kepada wartawan, Rabu (3/10).
Arvy juga mengatakan bahwa pihaknya menyadari dan memaklumi mengapa PKB seolah hendak dikucilkan oleh partai-partai lain di DPRD Banyuwangi, Ia menyebut hal itu terjadi disebabkan pada momen pilkada yang berimbas pada memanasnya atmosfir politik di legislatif.
“Kami sadar dan memaklumi situasi Pilkada tahun ini membawa atmosfir politik cukup hangat, karena PKB satu-satunya pengusung paslon no 2 Ali Makki dan Ali Rucci dan partai yang lain mengusung petahana sehingga menimbulkan impact disparatis cukup tajam, tidak hanya diluar namun juga di dalam lembaga perwakilan rakyat ini,” kata Arvy.
Meskipun demikian, PKB menghormati dan menerima keputusan mayoritas legislator yang telah menyepakati pembentukan AKD tersebut. Pihaknya juga mendo’akan semoga hasil itu membawa dampak positif bagi Banyuwangi, (*/Har)