IndependenNews.com, Humbahas | Air Danau Toba dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan debit air. Menurut info dari warga sekitar Danau Toba, kalau diukur sejak beberapa puluh tahun ke belakang, maka sudah puluhan meter debit air yang menyusut.
Sejumlah bukti nyata ditunjukkan oleh masyarakat. Salah satunya yakni perubahan ukuran Pulau Sitakke yang mencuat ke atas air. Pulau mungil yang berada di perairan Danau Toba di wilayah Desa Simangulappe, Kecamatan Baktiraja, ini dulunya tidak muncul ke permukaan air.
Namun seiring menyusutnya debit air Danau, Pulau Sitakke makin lama makin tampak semakin jelas dan bahkan sekarang sudah ditumbuhi rerumputan.
“Namun sekarang coba lihat, Pulau Sitakke makin mencuat. Bahkan rerumputan sudah mulai tumbuh di situ”, ucap Anto Marbun warga Baktiraja.
Baca Juga : Waduh, Ternyata Belakangan ini Debit Air Danau Toba Terus Menurun
Selain itu, ada sejumlah bukti lain yang ditunjukkan warga, semisal tiang beton penyangga pelabuhan yang fondasinya sekarang malah sudah terlihat, padahal sebelumnya jauh tenggelam ke dalam air.
Di tengah sejumlah informasi yang dihimpun dari masyarakat tersebut, sayangnya hingga kini penyebab merosotnya debit air Danau Toba belum diketahui.
Bahkan masyarakat juga mengaku tak mengetahui apakah penyebabnya karena aktivitas PT Toba Pulp Lestari, atau justru karena penggunaan air di hilir yakni PT Inalum.
“Selama ini kita kan tahunya, kalau TPL adalah penyebab utama karena mereka katanya membabat hutan. Tapi kita ga tau juga, buktinya TPL jalan terus, berarti pemerintah meridhoi”, tukas Irwan Banjarnahor, warga Kecamatan Pollung, Senin (4/9/2023).
Baca Juga : Bertahun-Tahun Hilang, Ikan “Pora-Pora” Kini Muncul Lagi di Danau Toba
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Humbang Hasundutan Halomoan Jetro Amstrong Manullang mengatakan, bahwa pihaknya tidak mampu menyebutkan apa faktor dasar penyebab air Danau Toba menurun karena harus memerlukan penelitian terlebih dahulu.
“Banyak faktor yang menyebabkan air Danau Toba turun, kalau orang lingkungan biasanya harus melalui penelitian, baru bisa memberikan komentar”, kata Halomoan.
Baca Juga : Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Kelestarian Ikan Pora-Pora di Danau Toba?
Namun begitu, Ia berpendapat penyebab secara umum kemungkinan bisa dipengaruhi oleh penggunaan air di hulu yang tidak sesuai. Akibatnya, suplai air dari sumber atau sungai akan berkurang.
“Kalau hal dasar aku tidak bisa komen. Karena seperti saya katakan tadi harus melalui penelitian.
Semua harus melakukan penelitian, makanya bahasa saya memakai kata kemungkinan”, sambungnya.
Baca Juga : Mengenal Ikan Pora-Pora yang Sempat Dikabarkan Punah dari Danau Toba
Di akhir, Halomoan juga berpesan agar masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba agar menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga berharap agar masyarakat mau terlibat dalam program penanaman pohon dengan kesadaran agar debit air di lingkungan tetap terjaga.
“Kalau pesanya banyaklah menam pohon, agar alam lestari dan sumber air terjaga”, tutupnya.
(Tinton)