IndependenNews.com, Taput | Pekerjaan Proyek Rekonstruksi Jalan Seminarium–Rurajulu dengan pagu anggaran Rp.1.149.542.159,99,– bersumber dari APBD-P tahun 2022 di Desa Lobusingkam, Kec.Sipoholon, Kab.Tapanuli Utara (Taput), Sumut, dikerjakan pada saat hujan, Sabtu (10/12/2022)
Pantauan dilapangan, badan jalan yang sedang dikerjakan terlihat basah bahkan berlumpur akibat guyuran hujan seharian, meski kondisi demikian namun para perkerja langsung dihampar dengan aspal standart Hotmix.
Anehnya, Dilokasi proyek terlihat ada 3 orang Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata ruang (PUTR) Kab.Taput yang saat pekerjaan berada dilokasi tidak melarang penghamparan Hotmix tersebut.
Salah seorang sumber inisial PL yang sudah malang melintang dalam proyek pekerja jalan menyebutkan, penghamparan hotmix tidak bisa dilakukan pada saat badan jalan dalam keadaan basah. Karena hal itu mempengaruhi kwalitas dari pekerjaan.
“Hotmix itukan bersuhu panas,jadi kalau dihampar pada badan jalan yang basah atau becek maka kwalitasnya diragukan. Makanya sebelum hotmix di tabur atau di hampar, badan jalan dikeringkan dengan menggunakan mesin pengering atau kompressor. Supaya pasti badan jalan tidak dalam keadaan basah”terang PL
Sementara Minggu (11/12/2022) Kadis PUTR Taput Dalan Simanjuntak ketika dimintai komentarnya melalui WA menyebutkan akan melakukan cek pekerjaan.
“Hu cek jp lae”(Red-ku cek dulu lae)”jawab Dalan Simanjuntak singkat.
Dan ketika ditanyakan “apakah diperbolehkan penghamparan hotmix saat hujan dan badan jalan dalam keadaan basah atau becek.??”,Kadis PUTR Taput tidak menjawab
Diinformasikan, Perusahaan pelaksana proyek Rekonstrusi Jalan Seminarium–Rurajulu dikerjakan oleh CV.Kali Pasir
(Maju Simanungkalit)