Satresnarkoba dan Polairud Polresta Barelang Gagalkan Penyeludupan 1,03 kg Sabu

IndependenNews.com, Batam | Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) bersama Polisi Air dan Udara (Polairud) Polresta Barelang, kota Batam, berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis Shabu di wilayah perairan Kabupaten Bintan.

Dari tangan pelaku inisial M (52), polisi menyita sabu seberat 1003 gram (1,03 kg) di perairan Tanjung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau pada Senin, 30 Mei 2022 sekitar pukul 05.00 WIB.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho dalam konferensi persnya mengatakan, sabu tersebut dijemput oleh pelaku M bersama 2 orang temannya di wilayah perairan Malaysia dengan menggunakan speedboat dengan tujuan Bintan.

“Tersangka bersama 2 orang temannya, dari perairan di Batam menggunakan Speedboat untuk menjemput Shabu tersebut dari perairan Malaysia akhirnya balik ke perairan Indonesia dengan tujuan ke Kabupaten Bintan di perairan Tanjung,” ucap Nugroho, Jumat (10/06/2022).

Nugroho menuturkan, saat pelaku sampai di perairan Tanjung, pihaknya bersama Polairud berhasil menggagalkan penyelundupan sabu tersebut. Namun saat penangkapan, tersangka S berhasil melarikan diri dengan melompat ke laut dan saat ini menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Barang bukti yang berhasil disita yaitu 1 buah tas merk Nike warna hitam berisi 1,03 kg sabu, 1 unit HP Nokia dan 1 unit Speedboat dan 1 unit mesin tempel,” tuturnya.

Lebih lanjut Nugroho menjelaskan bahwa, tersangka M mendapat tawaran dari saudaranya S (saat ini masih DPO) untuk menjemput dan membawa sabu tersebut dari perairan Malaysia ke Indonesia dengan upah Rp5 juta.

Sementara itu, pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni Pasal 114 Juncto (Jo) Pasal 112 Jo. 132 Ayat UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Jadi apabila sabu seberat 1,03 kg ini dipasarkan dengan asumsi 1 gram bisa membuat teler 10 orang, maka kita bisa berhasil menyelamatkan anak bangsa sekitar sepuluh ribu orang lebih,” tutupnya. (SOP).

You might also like